KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Penyesalan Suami Pengangguran di Bekasi Bunuh Istri dengan Sadis

Share this history on :
PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Polres Metro Bekasi Kota berhasil mengamankan Saadi Muksin (47) sebelumnya Sadim Hussein (38), suami pengangguran yang membunuh istrinya, Leli Lismawati (39), dengan sadis.

Dihadapan petugas, pelaku mengaku jika dia membatin setelah ditalak cerai oleh korban. "Menyesal Pak. Saya khilaf, emosi," kata Saadi Mussein di Mapolres Bekasi Kota, Kamis 1 Maret 2018.

Saadi menjelaskan, sebelum membunuh, ia dan istrinya bertengkar hebat di rumah mereka, perumahan Seroja Jalan Duwet Blok 3A, RT 3/5, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Saat itu, korban mendesak pelaku untuk segera angkat kaki dari rumah.

Alasannya, pelaku kerap menjalin asmara dengan wanita idaman lain. Bahkan, selama 17 tahun mereka berumah tangga, sang suami tidak pernah bekerja.

"Nyesal Pak, kepikiran sama 2 anak saya," ucap pelaku.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Wijonarko mengungkapkan, berdasarkan keterangan warga sekitar, pelaku dikenal sebagai seorang temperamen dan pengangguran.

Selama ini, sang istrilah yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Leli diketahui masih berstatus karyawan di sebuah perusahaan produksi ban kendaraan di wilayah Karawang.

"Menurut tetangganya, pelaku memang temperamental. Keluarga ini pun tertutup, tidak pernah bercerita soal ekonomi keluarganya," ucap Wijonarko.

Puncaknya, sambung dia, Saadi nekat menghabisi nyawa istrinya, saat korban meminta uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pelaku yang menjawab tidak memiliki uang, membuat Leli kesal. Apalagi jawaban tersebut keluar hampir setiap hari dari mulut pelaku.

"Pertengkaran pun tak bisa dihindari. Keduanya cek-cok. Bahkan menggunakan fisik," jelas Wijonarko.

Sebelumnya, Leli diketahui telah berencana pindah ke sebuah kontrakan, tepat di hari nahas tersebut. Leli berencana pindah untuk berpisah dengan sang suami.

"Korban telah menggugat cerai pelaku. Alasannya cerai, karena ada kemungkinan selingkuh dan tidak bekerja. Gugatan cerai juga dilakukan korban, karena memilih untuk memulai kembali kehidupannya dari nol" jelas Wijonarko.

Atas hal tersebut, pelaku pun gelap mata dan menganiaya Leli menggunakan martil hingga tewas bersimbah darah.

"Saat cek-cok itu, pelaku kemudian mengambil martil, sendok semen dan membanting handphone. Setelah itu memukul korban hingga tewas di dapur rumah," ucap Wijonarko.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 44 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga, dengan ancaman penjara 15 tahun.

"Setelah melakukan pembunuhan, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi Kota," pungkas Wijonarko.

Sumber: liputan6.com

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.