KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

RIFANFINANCINDO

Rifanfinancindo - Semarang, Ketiga indeks utama mengakhiri hari di level rekor tertinggi pada hari Kamis seiring ekuitas AS memeprpanjang kenaikan beruntun mereka.
S & P 500 naik 4 poin, atau 0,2%, untuk ditutup di level 2.246, dipimpin oleh sektor keuangan dan material, yang mana keduanya diharapkan untuk mendapatkan keuntungan dalam kebijakan pro-pertumbuhan Presiden terpilih AS Donald Trump.
Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 64 poin, atau 0,3%, untuk mengakhiri hari di level 19.613, sedangkan indeks komposit Nasdaq berada 23 poin, atau 0,4%, lebih tinggi untuk menyudahi hari di level 5.417.
Sektor perbankan mendorong saham Eropa ke level tertinggi sejak Januari setelah Bank Sentral Eropa mengubah parameter program pembelian aset untuk langkah yang dapat meningkatkan profitabilitas pemberi pinjaman. Stoxx Europe 600 Index naik 1,2 persen pada penutupan perdagangan, berada di zona hijau untuk hari keempat.
Italia FTSE MIB Indeks dan CAC Indeks 40 Perancis memperpanjang kenaikan di wilayah bull-market, sementara DAX Indeks Jerman ditutup di atas level 11.000 untuk pertama kalinya dalam setahun. IBEX 35 Index Spanyol melonjak 2,1 persen, menjadi indeks dengan kenaikan terbesar di antara indeks saham negara maju lainnya.
Kenaikan melebihi 10 persen dalam empat sesi mendorong indeks perbankan di Index Stoxx 600 ke level tinggi 11-bulan dan merasakan ˜overbought™ terbesarnya dalam hampir tiga tahun. Presiden Mario Draghi mengatakan ECB akan membeli aset berimbal hasil dengan bunga deposito kurang dari -0,4 persen, sebuah langkah yang akan membuat apa yang biasa disebut kurva yield menjadi curam.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo - Semarang, Pasar saham Wall Street kembali ditutup positif. Indeks Dow Jones belum berhenti cetak rekor.

Semua indeks utama di bursa Paman Sam berhasil ditutup di zona hijau. Indeks-indeks saham ini terus melaju setelah kemenangan Donald Trump di pilpres AS atas Hillary Clinton.

"Saya kira pelaku pasar merasa pemerintahan baru akan lebih mendukung ke bisnis," kata Ernie Cecilia, kepala investasi dari Bryn Mawr Trust di Bryn Mawr, Pennsylvania, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/12/2016).

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 297,84 poin (1,55%) ke level 19.549,62, Indeks S&P 500 bertambah 29,12 poin (1,32%) ke level 2.241,35 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 60,76 poin (1,14%) ke level 5.393,76. 

Bursa saham AS mendapatkan sesi gemilang lainnya pada hari Rabu, karena Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan small-cap Russell 2000 ditutup di rekor tertinggi.
Dow naik 297,84 poin, atau 1,5%, ke 19,549.62 dengan Nike Inc. dan Home Depot Inc. memimpin indeks acuan blue-chip yang lebih tinggi untuk rekor penutupan ketiga berturut-turut. S&P 500 naik 29,08 poin, atau 1,3%, ke 2,241.32, saham real-estate dan telekomunikasi memimpin indeks lebih tinggi. Sementara Nasdaq Composite naik 60,76 poin, atau 1,1%, ke 5,393.76, penutupan hanya beberapa poin di bawah tertinggi sepanjang waktu.
Russell 2000, indeks small-cap, naik 12,62 poin, atau 0,9%, ke 1,365.30. Saham-saham telah mengalami reli tajam sejak kemenangan tak terduga Presiden terpilih Donald Trump dalam pemilu AS tanggal 8 November yang lalu, dengan indeks acuan utama mencatat serangkaian rekor tertinggi baru. Investor percaya bahwa kebijakan fiskal Trump yang diusulkan, termasuk rencana belanja infrastruktur besar-besaran dan pemotongan pajak perusahaan, akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan keuntungan perusahaan.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo - Semarang, Saham-saham menjadi bimbang antara keuntungan dan kerugian kecil dalam perdagangan tengah hari di Wall Street pada hari Selasa. Perusahaan energi merosot karena harga minyak mentah berbalik lebih rendah pasca reli selama empat hari. Dow Jones Industrial Average tergelincir setelah membuat rekor penutupan tertinggi di hari sebelumnya.
Dow Jones kehilangan 7 poin, atau 0,1 persen, ke 19.209 pada pukul 12:10 siang waktur Timur. Indeks Standard & Poor 500 naik 2 poin, atau 0,1 persen, ke 2.207 dan indeks Nasdaq composite naik satu poin, atau kurang dari 0,1 persen, ke 5.310.
Reli dalam harga minyak mereda setelah keuntungan empat hari didorong oleh kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi tahun depan. Minyak mentah acuan AS turun $ 1,06 menjadi $ 50,73 di New York. Minyak mentah Brent, standar internasional, turun $ 1,05 ke $ 53,89 per barel di London. Di antara saham-saham energi, operator pipa Kinder Morgan dan Devon Energy masing-masing turun 1 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir di level rekor dan pasar yang lebih luas ditutup dengan kenaikan yang moderat pada hari Selasa.
Investor melakukan perdagangan dengan hati-hati tetapi tren sebagian besar bergerak lebih tinggi, menjelang pertemuan kebijakan penting dari Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve. Saham AS telah berada dalam trend positif sejak hari kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS 8 November lalu.
S & P 500 naik 7,52 poin, atau 0,3%, ke level 2,212.24, berada dalam jarak satu poin dari level penutupan tertinggi sepanjang waktu, dengan sektor keuangan memimpin keuntungan. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 35,54 poin, atau 0,2%, ke level 19,251.78. Goldman Sachs Group Inc yang naik 1,2%, memberikan kontribusi besar untuk keuntungan Dow. Nasdaq Composite mengakhiri sesi bertambah 24,11 poin, atau 0,5%, ke level 5,333.00. 
Saham Eropa bergerak lebih tinggi pada hari Selasa seiring menguatnya saham utilitas dan pulihnya sektor perbankan dari penurunan imbas referendum akhir pekan ini di Italia.
Indeks Stoxx Europe 600 bertambah 1% untuk ditutup di level 344,57, naik untuk hari kedua berturut-turut.
Pada sisi positif, sektor utilitas membukukan keuntungan yang kuat, dengan Jerman E. SE naik 5% dan RWE AG naik 1,5%. Pada hari Selasa, pengadilan Jerman memutuskan bahwa bagian dari penghapusan secara bertahap hukum nuklir pemerintah bersifat inkonstitusional sehingga membuka pintu bagi perusahaan utilitas untuk menuntut ganti rugi.
Italia FTSE MIB juga berada di wilayah positif, reli 4,2% ke level 17,757.80 dan dengan mudah menghapus penurunan 0,2% kemarinnya. Indeks Milan ini turun sebanyak 2,1% selama satu sesi setelah Perdana Menteri Matteo Renzi mengatakan ia akan mundur menyusul penolakan para pemilih Italia untuk reformasi konstitusionalnya hari Minggu lalu. 

RIFANFINANCINDO

Rifanfinancindo - Semarang, Bursa saham AS melanjutkan pendakian mereka pada hari Senin, dipimpin oleh keuntungan dalam saham perbankan, mengirim Dow Jones industrial average ke rekor tinggi lainnya. Perusahaan teknologi, yang telah melemah sejak pemilihan presiden, memulihkan beberapa kerugian mereka baru-baru. Saham-saham Eropa sebagian besar bergerak lebih tinggi, tetapi pasar saham di Italia jatuh setelah pemilih Italia menolak perubahan konstitusi dan perdana menteri negara itu mengatakan ia akan mengundurkan diri.
Dow Jones Industrial Average naik 77 poin, atau 0,4 persen, ke 19.247 pada pukul 11:56 siang. Indeks tersebut ditutup pada rekor tertinggi pada hari Kamis yang lalu. Indeks Standard & Poor 500 melonjak 14 poin, atau 0,6 persen, ke 2.206. Indeks komposit Nasdaq naik 51 poin, atau 1 persen, ke 5.306. Saham perusahaan kecil kembali melampaui seluruh perdagangan.
 Saham-saham perusahaan kecil naik melebihi seluruh perdagangan. Indeks Russell 2000 naik 18 poin, atau 1,4 persen, ke 1.332. Berkat reli besar pada bulan November, Russell menguat 17 persen tahun ini, atau lebih dari dua kali lipat S&P 500. Perusahaan kecil, yang lebih fokus di dalam negeri dari perusahaan multinasional besar, bisa memperoleh manfaat lebih dari perusahaan yang lebih besar dari kenaikan pertumbuhan AS.
Saham AS ditutup lebih tinggi hari Senin setelah data ekonomi yang kuat berhasil meredakan kekhawatiran tentang penolakan reformasi konstitusi di Italia.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 45,82 poin, atau 0,2%, ke level 19,216.24, yang merupakan rekor penutupan tertinggi terbarunya, dipimpin oleh keuntungan lebih dari 2% dari saham Nike Inc dan Goldman Sachs Group Inc setelah menyentuh rekor intraday di level 19,274.85 di sesi sebelumnya.
Indeks S & P 500 menguat 12,76 poin, atau 0,6%, untuk menyelesaikan hari di level 2,204.71, dengan sektor keuangan dan teknologi menjadi para pemain terkuat. Indeks Nasdaq Composite naik 53,24 poin, atau 1%, untuk ditutup di level 5,308.89. 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo - Semarang, Di tengah kemunculan jejaring-jejaring sosial seperti Instagram dan Snapchat yang akrab dengan anak muda, muncul anggapan bahwa audience dari generasi milenial sudah mulai meninggalkan Facebook.

Benarkah demikian? Ternyata belum tentu juga. Setidaknya untuk anak muda di Amerika Serikat, seperti ditunjukkan oleh sebuah penelitian terbaru dari firma riset ComScore.

Riset tren internet yang dilakukan ComScore pada Desember 2015 ini antara lain mengukur persentase penggunaan internet di kalangan muda berusia 18-34 tahun ke jejaring-jejaring sosial utama tiap bulannya. 

Waktu yang mereka habiskan dalam memakai masing-masing jejaring sosial itu pun diukur.

Hasilnya cukup mengejutkan. Facebook yang banyak dikira sudah ditinggal anak muda ternyata justru muncul di urutan teratas. Bukan cuma paling sering dikunjungi, jejaring pimpinan Zuckerberg itu pun paling banyak menyerap waktu generasi milenial.

Comscore
Grafik perbandingan presentase anak muda AS usia 18-34 tahun yang mengunjungi sejumlah jejaring sosial, berikut lamanya waktu yang dihabiskan di masing-masing jejaring sosial, per Desember 2015, menurut penelitian Comscore


Waktu yang dihabiskan para anak muda AS di Facebook 2,5 kali lebih lama dibandingkan durasi pemakaian “pesaing” terdekatnya, Snapchat, yang duduk di urutan kedua dalam hal ini. Adapun Instagram yang juga dimiliki oleh Facebook duduk di urutan ketiga,

Temuan ini seolah mematahkan anggapan bahwa Facebook sekarang identik dengan orang tua. Masih banyak pengguna muda di sana. Tak mengherankan pula raksasa biru tersebut punya nilai kapitalisasi pasar sebesar 340 miliar dollar AS.

Tapi Facebook harus berhati-hari karena jejaring sosial lain seperti Snapchat, Vine, Tumblr, bahkan Instagram makin condong menyasar kaum muda. Mungkin Facebook ingin kembali mencaplok jejaring sosial lain seperti yang dilakukannya pada Instagram?

 Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan keamanan cyberKaspersky Lab di 12 negara menunjukkan empat alasan mengapa orang meninggalkan jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Alasan terbesarnya adalah, jejaring sosial dianggap hanya membuang-buang waktu. 

Dalam blog resminya, Kaspersky Lab melakukan survei online pada 4.831 responden. Pertanyaan diterjemahkan ke dalam sembilan bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, Portugis, Perancis, Italia, Jerman, Rusia, Jepang, dan Turki, serta diprogram menggunakan Poll Daddy.

Tautan survei disebarkan menggunakan promosi berbayar di Facebook dan Twitter, dan berikut adalah empat alasan besar mengapa orang ingin meninggalkan jejaring sosial menurut survei tersebut.

Pertama, sebanyak 39 persen responden percaya bahwa mereka membuang-buang waktu di jejaring sosial. Bahkan, hampir 78 persen menyatakan bahwa mereka sudah mempertimbangkan untuk meninggalkan jejaring sosial. 

Kedua, 30 persen respondel menyatakan mereka tidak mau aktivitasnya dimonitor oleh raksasa perusahaan teknologi. Seperti diketahui, sebagian data-data penting kita serahkan kepada jejaring sosial, seperti e-mail, nomor telepon, dan sebagainya.

Ketiga, lima persen responden mengatakan ingin meninggalkan jejaring sosial karena akun mereka telah diretas.

Keempat dan yang terakhir, empat persen responden ingin meninggalkan jejaring sosial karena capek dengan "pembenci" atau haters yang selalu merundung (mem-bully)-nya.

Hasil penelitian lebih komplit bisa dilihat di blog resmi Kaspersky di tautan berikut ini

Kecenderungan untuk tinggal

Meskipun ada kecenderungan untuk meninggalkan jejaring sosial, namun individu merasa ada keterpaksaan untuk tetap tinggal. Seseorang tetap bertahan menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram dikarenakan rasa takut kehilangan memori digital dan kontak dengan teman-temannya.

Sebagian besar (62 persen) percaya bahwa mereka akan kehilangan kontak dengan teman-temannya jika meninggalkan jejaring sosial. Sebanyak 21 persen responden tidak merasa khawatir dengan teman-teman mereka, tetapi takut tidak dapat mengembalikan kenangan digital seperti foto dan video yang telah diunggah di jejaring sosial jika meninggalkannya.

Untuk itu, Kaspersky Lab membuat aplikasi yang disebut FFForget yang bisa digunakan untuk mem-backup semua kenangan foto atau video dari jejaring sosial. 

Aplikasi akan menjaganya dalam wadah yang aman serta sudah dienkripsi dan diharapkan dapat memberikan kebebasan bagi seseorang untuk meninggalkan jejaring sosial kapan pun mereka inginkan, tanpa merasa kehilangan.

"Dengan FFForget, kami berusaha menciptakan solusi sehingga individu tidak perlu takut kehilangan memori karena akun yang diretas," tutur Evgeny Chereshnev, Head of Social Media Kaspersky Lab..

FFForget rencananya akan diluncurkan pada tahun 2017. Pengguna yang berminat dapat mendaftar di ffforget.kaspersky.com.

RIFANFINANCINDO 

Rifanfinancindo - Semarang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkenal kerap mengunggah pernyataan kontroversial ke media sosial, baik Facebook maupun Twitter. Pernyataan itu antara lain terkait dengan ancaman terhadap lawan politik, diskriminasi religius, hingga serangan verbal terhadap jurnalis.

Mungkinkah suatu saat akun Twitter Presiden AS terpilih itu diblokir akibat kicauan-kicauannya itu? Bisa saja. Setidaknya, Twitter telah mengindikasikan kesungguhannya memblokir kicauan-kicauan yang meresahkan itu.

Sebagaimana dilansir dari Slate, Kamis (1/12/2016), kesungguhan Twitter tercermin dalam keputusan perusahaan baru-baru ini.

Twitter tak segan untuk memblokir para tokoh penting dan aktivis Alt-Right, sebuah pergerakan pro-Trump yang mengusung ide superioritas kulit putih, nasionalisme kulit putih, serta anti-semit.

Selain itu, saat ditanya kemungkinan untuk memblokir pejabat pemerintah atau presiden, seorang juru bicara Twitter menyatakan kesanggupannya. Menurut juru bicara tersebut, siapa pun, tak peduli siapa dirinya, bisa diblokir jika melanggar aturan Twitter.

“Twitter jelas memiliki aturan yang melarang ancaman kekerasan, pelecehan, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan akun. Kami pasti akan bertindak bila menemukan akun yang melanggar aturan tersebut,” ujar juru bicara itu.

“Aturan Twitter berlaku untuk seluruh akun, termasuk berbagai akun yang sudah diverifikasi,” jawabnya lagi, saat ditanya mengenai kesanggupannya memblokir Trump.

Sedangkan di sisi lain, Facebook tampaknya punya sikap berbeda. CEO Facebook, Mark Zuckerberg lebih memilih untuk tidak menerapkan aturan standar mereka pada Presiden AS terpilih Trump.

Walau posting-an Trump di Facebook cenderung menyuarakan diskriminasi religius atau ras, pernyataannya tidak akan diblokir sama sekali.

“Tujuan utama kami adalah menjadi cermin yang memantulkan harapan komunitas. Kami sempat berpikir konten seperti itu akan membuat banyak orang tidak nyaman dan mereka pun tidak menginginkannya,” ujar Mark mengungkap alasan di balik keputusannya.

“Namun jika pernyataan itu datang dari seseorang Presiden AS dengan 60 juta orang yang followers, maka perlu ditanggapi dengan berhati-hati. Tidak bisa serta-merta disebut tidak adil,” imbuh Zuckerberg.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.