KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Kisah Unik Wanita Inggris Dan Terungkapnya Kasus Bocah Hilang 20 Tahun Lalu

Share this history on :

RIFAN FINANCINDO 

Rifan Financindo - Semarang, Sebuah investigasi yang digelar BBC mengungkap keberadaan sejumlah biro jasa dalam jaringan, yang menyediakan pria bagi perempuan Muslim yang sudah ditalak tiga dan ingin rujuk dengan suaminya.
Jasa ini pun meminta bayaran dengan jumlah yang relatif sangat mahal. 
Kaum perempuan ini mengeluarkan uang untuk menikah dan berhubungan seks dengan orang tak dikenal, lalu menceraikannya, agar mereka bisa kembali pada suami pertamanya.
Salah satunya adalah Farah, bukan nama sebenarnya.
Dia bertemu dengan suaminya setelah diperkenalkan oleh seorang sahabat keluarganya saat ia berusia 20-an tahun.
Tak lama setelah menikah, mereka pun dikaruniai anak, tapi kemudian Farah mulai mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
"Pertama kali ia bersikap kasar dalam percekcokan soal uang," ujar Farah mengatakan kepada BBC Asian Network dan Victoria Derbyshire Program.
"Ia menyeret saya dengan menjambak rambut saya menyusuri dua kamar dan mencoba melemparkan saya keluar rumah. Ada saat-saat ia bisa jadi seperti gila," tutur Farah.
Meski mendapat perlakuan kejam, Farah tetap berharap akan terjadinya perubahan. Namun, perilaku suaminya semakin menjadi, bahkan ia 'menceraikan' Farah lewat pesan pendek SMS.
"Saat itu saya sedang berada di rumah bersama anak-anak dan ia tengah bekerja. Kami bertengkar hebat, hingga akhirnya ia mengirimkan pesan yang berisi, 'talak, talak, talak'."
Talak tiga, yakni saat di mana seorang pria menceraikan istrinya dengan ucapan lisan sebanyak tiga kali berturut-turut, adalah sebuah praktik di kalangan umat Islam untuk mengakhiri pernikahan secara seketika.
Praktik ini masih terjadi, walaupun sudah dilarang di sebagian besar negara-negara Muslim.
Mustahil pula untuk mengetahui persis berapa banyak perempuan yang "bercerai" dengan cara seperti ini di Inggris.
"Saya menelepon ayah saya, untuk menceritakan yang terjadi," jelas Farah.
"Ayah saya seperti mengatakan, 'pernikahanmu sudah berakhir, kamu sudah tidak bisa kembali padanya'.'"
Farah mengatakan ia "benar-benar bingung," namun ia rela untuk kembali kepada mantan suaminya karena baginya ia adalah "cinta dalam hidupnya".
Ia mengatakan, mantan suaminya juga menyesal telah menceraikannya.
Akhirnya Farah mencari praktik kontroversial yang dikenal sebagai halala, yang diterima oleh sebagian kalangan Islam yang menganut konsep talak tiga.
Mereka meyakini bahwa halala adalah satu-satunya cara bagi pasangan yang telah bercerai dan ingin rujuk agar bisa menikah kembali dengan pasangan sebelumnya.
Praktik halala mengharuskan perempuan menikah dengan orang lain, melakukan hubungan seksual dan kemudian bercerai -setelah itu ia bisa menikah lagi dengan suami pertamanya.
Namun, para perempuan yang menggunakan layanan halala ini berisiko dieksploitasi secara finansial, diperas, dan bahkan mengalami pelecehan seksual.
Ini adalah sebuah praktik yang sangat ditentang oleh sebagian besar Muslim dan dianggap merupakan kesalahpahaman sebagian kalangan tentang konsep perceraian dalam hukum Islam.
Namun, ternyata ada sejumlah biro jasa online yang menawarkan jasa halala, menarik dana ribuan poundsterling atau puluhan juta rupiah dari para perempuan yang terpaksa menempuh pernikahan temporer itu.
Putus asa
Seorang pria yang mengiklankan layanan halala di Facebook, mengatakan kepada wartawan BBC yang menyamar sebagai seorang perempuan Muslim yang sudah bercerai, bahwa dia harus membayar £2.500 (atau sekitar Rp41 juta).
Dia pun harus berhubungan seks dengannya agar pernikahan itu 'lengkap,' dan kemudian ia bisa menceraikannya.
Pria itu juga mengatakan ada beberapa laki-laki yang bekerja dengannya, yang menurut dia pernah sempat menolak untuk menceraikan seorang perempuan setelah layanan halala berakhir.
Tak ada hal yang menunjukkan bahwa pria itu melakukan hal ilegal.
BBC menghubunginya setelah pertemuan itu -namun kemudian ia menyangkal semua tuduhan yang diarahkan terhadapnya.
Dia mengaku tidak pernah melakukan atau terlibat dalam pernikahan halala dan akun Facebook yang ia buat semata-mata sekadar untuk lucu-lucuan, dan sebagai bagian dari eksperimen sosial.
Dalam keadaan putus asa untuk bisa bersatu kembali dengan suaminya, Farah mulai mencoba untuk menemukan lelaki yang bersedia untuk melaksanakan pernikahan halala dengannya.
"Saya tahu sejumlah perempuan yang sudah melakukannya tanpa sepengetahuan keluarganya dan disalahgunakan oleh pria-pria itu selama berbulan-bulan," katanya.
"Mereka pergi ke masjid, ada sebuah ruangan yang dirancang sebagai tempat melakukan pernikahan, dan imam atau siapapun yang menawarkan layanan ini, tidur dengan perempuan itu dan mengizinkan pria lain untuk tidur dengan dia juga."
Namun Dewan Syariah Islam di London Timur, yang menangani berbagai permasalahan perempuan terkait perceraian, mengecam keras pernikahan halala ini.
"Ini merupakan pernikahan palsu, ini adalah cara meraup keuntungan dan memanfaatkan perempuan yang rapuh," kata Khola Hasan dari organisasi Dewan Syariah.
"Hal ini haram dan dilarang. Rasanya tidak ada lagi kata-kata yang paling tegas yang bisa saya katakan. Ada berbagai pilihan lain, seperti mendapatkan bantuan atau konseling," kata dia.
"Kami tidak akan membiarkan siapa pun melakukan hal itu. Anda tidak perlu halala, apa pun situasinya," ujar dia.
Farah akhirnya memutuskan untuk tidak rujuk dengan suaminya, dan menghindari risiko yang dihadapi dalam perkawinan halala ini.
Namun dia memperingatkan ada perempuan lain di luar sana, yang bernasib sama, dan menginginkan jalan keluar.
"Kecuali jika Anda berada dalam situasi diceraikan dan merasakan sakit hati yang saya rasakan, tak ada seorang pun yang akan bisa memahami putus asa yang dirasakan oleh para perempuan itu."
"Jika Anda bertanya kepada saya sekarang, dalam keadaan waras, saya tidak akan pernah melakukannya. Saya tidak akan tidur dengan seseorang lelaki asing agar bisa kembali pada seorang pria."
"Tapi pada waktu itu, saya begitu putus asa ingin bersatu kembali dengan mantan pasangan saya, dan siap melakukan cara atau langkah apa pun," sebut dia.
Seorang ayah dari bocah yang hilang 20 tahun lalu di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, akhirnya mengaku bersalah telah menyebabkan bocah itu meninggal dunia.
Pengakuan itu diungkapkan Rabu (5/4/2017) sebagai bagian dari kesepakatan Jaksa, yang mengharuskan dia menunjukkan lokasi penguburan anak tersebut.
Seperti dilansir Associated Press, Peter Kema Sr. juga mengaku bersalah terkait perbuatannya yang menghalangi penuntutan.
Kema setuju untuk menjalani hukuman penjara selama 20 tahun, dengan hukuman wajib selama enam tahun delapan bulan, jika dia membantu pihak berwenang menemukan sisa-sisa anaknya, Peter Jr..
Saat hilang, Peter Jr berusia enam tahun. 
Jika Kema ternyata menolak bekerja sama, jaksa bisa mengajukan tuntutan hukuman penjara hingga 25 tahun.
Hal itu diungkapkan Jaksa dari Hawaii County Ricky Damerville.
"Perkara ini belum akan berakhir hingga kita menemukan sisa jasad korban," ungkap jaksa usai persidangan. 
Peter Kema tidak mengungkapkan keterangan rinci tentang hal itu dalam persidangan tersebut.
Dia hanya memberikan jawaban "iya", ketika hakim menanyakan apakah ia lalai memberikan perawatan medis hingga menyebabkan kematian si anak.
Para akhir tahun 1990-an, dan memasuki dekade 2000-an, anak yang dikenal dengan sebutan "Peter Boy," menjadi materi iklan pencarian anak hilang dan korban kekerasan.
Banyak poster dan stiker bertebaran di penjuru wilayah Hawaii bertuliskan, "So where's Peter?"
Kema dan sang istri, Jaylin, sudah lama dicurigai terlibat dalam hilangnya bocah laki-laki ini.
Namun, jaksa penuntut mengaku tak mengantongi cukup bukti untuk mendakwa mereka, hingga akhir tahun lalu.
Saat itu, dewan juri dalam perkara ini mengindikasikan bahwa kedua orang itu terkait dengan kasus pembunuhan. 
Jaylin Kema mengaku bersalah tahun lalu. Hal itu sekaligus menjadi konfirmasi pertama yang menegaskan bahwa anak itu telah meninggal dunia. 
Dalam pertukaran untuk hukuman satu tahun, dia setuju untuk melepaskan hak istimewa pernikahan, dan bersaksi terhadap suaminya di pengadilan.
Dia setuju dengan fakta yang diungkap jaksa di pengadilan tentang kelalaian dalam merawat anak dan kegagalan memberi perawatan medis hingga berakhir dengan kematian. 
Di tahun 1996 dan 1997, sejumlah anggota keluarga besar yang kini sebagian besar telah meningal dunia, sudah mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa sang ayah melakukan kekerasan terhadap Peter Jr.
Luka di tangan ditinggalkan tanpa perawatan, hingga bernanah dan bisa dimasukkan jari dialami bocah itu. Kesaksian itu diberikan oleh salah salah satu anggota keluarga, Damerville, tahun lalu.
Selain tak memiliki asuransi kesehatan, Jaylin Kema juga tak memberikan perawatan kesehatan serta tak melaporkan kekerasan yang dilakukan suaminya. Alasannya, perempuan itu takut dengan sang suami. Demikian kata Damerville.
Di suatu masa, antara bulan Mei dan Juni 1997, putri mereka yang berusia empat tahun mendengar Jaylin Kema memanggil suaminya. Menurut saksi mata, anak itu melihat orantuanya berusaha membangunkan Peter. 
Gadis kecil itu pun lalu melihat kakaknya diletakkan di dalam kotak, kata Damerville.
Otoritas Kejaksaan percaya anak itu tewas akibat kurangnya perawatan medis. Jaksa pun tak percaya Jaylin Kema tahu di mana Peter dikuburkan. 
Peter Kema sempat mengaku kepada aparat bahwa anak itu dibawa ke Oahu, dan memberikannya kepada seseorang bernama "Aunty Rose Makuakane" untuk adopsi informal.
Empat tahun silam, Jaksa dari Hawaii County Mitch Roth berjanji akan mengungkap misteri tak terselesaikan ini.
Roth mengatakan, tanpa penemuan tubuh korban, kelanjutan kasus yang melibatkan pasangan suami-istri itu akan sulit berlanjut. 
"Kabar baik muncul saat istri Kema setuju untuk memberikan kesaksian melawan suaminya," kata Roth. 
Roth pun hadir di dalam persidangan dan duduk berdampingan dengan kakek kandung Peter Jr.
"Kini kita semua bisa mengetahui kebenarannya," ungkap Roth.

"Ini pun menjadi jawaban untuk pertanyaan publik, where is Peter Boy?" tegas Roth.


BACA JUGA : Serangan Kimia Dibalas Dengan Gempuran Roket AShttp://rfberjangka.com/serangan-kimia-dibalas-dengan-gempuran-roket-as-rifan-financindo/

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.