KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Twitter D.T Akan Diblokir, Benarkah?

Share this history on :

RIFANFINANCINDO 

Rifanfinancindo - Semarang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkenal kerap mengunggah pernyataan kontroversial ke media sosial, baik Facebook maupun Twitter. Pernyataan itu antara lain terkait dengan ancaman terhadap lawan politik, diskriminasi religius, hingga serangan verbal terhadap jurnalis.

Mungkinkah suatu saat akun Twitter Presiden AS terpilih itu diblokir akibat kicauan-kicauannya itu? Bisa saja. Setidaknya, Twitter telah mengindikasikan kesungguhannya memblokir kicauan-kicauan yang meresahkan itu.

Sebagaimana dilansir dari Slate, Kamis (1/12/2016), kesungguhan Twitter tercermin dalam keputusan perusahaan baru-baru ini.

Twitter tak segan untuk memblokir para tokoh penting dan aktivis Alt-Right, sebuah pergerakan pro-Trump yang mengusung ide superioritas kulit putih, nasionalisme kulit putih, serta anti-semit.

Selain itu, saat ditanya kemungkinan untuk memblokir pejabat pemerintah atau presiden, seorang juru bicara Twitter menyatakan kesanggupannya. Menurut juru bicara tersebut, siapa pun, tak peduli siapa dirinya, bisa diblokir jika melanggar aturan Twitter.

“Twitter jelas memiliki aturan yang melarang ancaman kekerasan, pelecehan, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan akun. Kami pasti akan bertindak bila menemukan akun yang melanggar aturan tersebut,” ujar juru bicara itu.

“Aturan Twitter berlaku untuk seluruh akun, termasuk berbagai akun yang sudah diverifikasi,” jawabnya lagi, saat ditanya mengenai kesanggupannya memblokir Trump.

Sedangkan di sisi lain, Facebook tampaknya punya sikap berbeda. CEO Facebook, Mark Zuckerberg lebih memilih untuk tidak menerapkan aturan standar mereka pada Presiden AS terpilih Trump.

Walau posting-an Trump di Facebook cenderung menyuarakan diskriminasi religius atau ras, pernyataannya tidak akan diblokir sama sekali.

“Tujuan utama kami adalah menjadi cermin yang memantulkan harapan komunitas. Kami sempat berpikir konten seperti itu akan membuat banyak orang tidak nyaman dan mereka pun tidak menginginkannya,” ujar Mark mengungkap alasan di balik keputusannya.

“Namun jika pernyataan itu datang dari seseorang Presiden AS dengan 60 juta orang yang followers, maka perlu ditanggapi dengan berhati-hati. Tidak bisa serta-merta disebut tidak adil,” imbuh Zuckerberg.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.