KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Rekaman FBI dengan Johannes Marliem Diputar, Setya Novanto Kembali Disebut

Share this history on :
PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA –  Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman wawancara antara Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) dengan Direktur Biomorf Lone LLC, Johannes Marliem, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 

Senin (22/1/2018).
"Ini merupakan hasil kerja sama kami dengan FBI," ujar jaksa KPK Ariawan Agustiartono.

Rekaman wawancara yang berlangsung di Los Angeles pada Agustus 2017 itu diputar dalam persidangan untuk terdakwa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto. Keterangan Marliem kemudian dikonfirmasi dengan keterangan saksi Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dalam rekaman yang diputar, terdengar dua hal yang diungkapkan Marliem kepada penyelidik FBI. Pertama, terkait tawar-menawar harga software yang melibatkan Setya Novanto.

Selain itu, pembicaraan soal jam tangan yang diberikan kepada Setya Novanto.
Menurut rekaman, Marliem bercerita bahwa pada saat sarapan pagi di kediaman Novanto, Ketua Fraksi Partai Golkar itu meminta potongan harga software kepadanya. Marliem kemudian berupaya meyakinkan Novanto mengenai harga dan kualitas produk.

Marliem merupakan perwakilan Biomorf Mauritius, sebuah perusahaan yang menyediakan produk biometrik merek L-1. Pada akhirnya, produk L-1 tersebut digunakan untuk proyek e-KTP.

Selain itu, Marliem mengaku bersama-sama dengan Andi Narogong memberikan jam tangan merek Richard Mille kepada Novanto. Jam tangan itu senilai 135.000 dollar Amerika Serikat.

Menurut Marliem, jam tangan tersebut pernah rusak dan dikembalikan oleh Novanto. Oleh Marliem, jam tangan itu dibawa ke butik di Beverly Hills, AS.

Dalam persidangan, Andi mengatakan hal yang serupa dengan Marliem. Menurut Andi, awalnya pemberian jam tangan itu atas inisiatif Marliem.

Jam tangan itu diberikan kepada Novanto pada Desember 2012. Pemberian jam itu sebagai hadiah atas bantuan Novanto dalam pengurusan anggaran e-KTP di DPR. Namun, menurut Andi, jam tangan itu dikembalikan kepadanya pada awal 2017.

"Pada 2017 awal, jam itu dikembalikan pada saya karena ada ribut-ribut e-KTP. Lalu saya jual di Blok M, sekitar Rp 1,3 miliar," kata Andi.

Sumber: kompas.com

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.