KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

CERITA PEMBUAT DRONE YANG DITOLAK KAMPUS IMPIAN

Share this history on :

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO - SEMARANG, Sahih rasanya kalau Frank Wang disebut sebagai rajanya drone. DJI Innovations yang didirikannya, adalah perusahaan pembuat drone terbesar di dunia dengan market share di kisaran 70%. Bukti bahwa perusahaan teknologi asal China kian digandrungi di berbagai negara.

DJI Innovations mirip dengan sepak terjang Xiaomi di jagat smartphone atau Alibaba di bisnis e-commerce. Perusahaan yang awalnya startup asal China tak dikenal, namun kini banyak dibicarakan. Tapi DJI Innovations dianggap lebih menonjol karena memimpin di bisnisnya.

"Perusahaan asal China kini semakin baik. Sebelumnya, mereka tertinggal di belakang. Saat ini, kian banyak perusahaan China yang berhasil di dunia, seperti Huawei, Tencent dan Alibaba," ujar Wang yang dikutip dari WantChinaTimes.

Wang tak malu mengatakan kalau beberapa produk China memang kurang berkualitas. Ia membandingkannya dengan produk Jepang.

"Orang Jepang secara konsisten mengejar kesempurnaan. China memiliki uang tapi produk-produknya buruk, layanannya buruk dan Anda harus membayar tinggi untuk mendapatkan sesuatu yang bagus," sebutnya beberapa waktu yang lalu. Tapi ia yakin keadaan sudah berubah.

"Saya pikir di kemudian hari, akan lebih banyak lagi perusahaan China yang mengglobal dan citra mereka perlahan akan berubah. Saya pikir yang paling penting adalah memiliki visi," tambahnya.

Wang tak dapat menutupi rasa bangganya karena penjualan DJI Innovations kebanyakan berasal dari luar China. Drone merek Phantom yang mereka buat laku keras di Amerika Serikat atau Eropa, wilayah yang penduduknya biasa menuntut produk kualitas tinggi.

"Orang-orang China sendiri merasa produk impor itu bagus dan produk made in China inferior. Kami selalu berada di kelas kedua. Saya tidak puas dengan kondisi ini dan menginginkan sesuatu untuk mengubahnya," sebutnya.

Motivasi itu yang membuat Wang coba membuat drone berkualitas. Dan akhirnya memang laku keras. Terobosan terjadi di tahun 2012 di mana DJI Innovations berhasil membuat paket drone lengkap, ada softwarenya dan mampu terbang sempurna. Produk ini diluncurkan Januari 2013 dan dikenal dengan nama Phantom.

Phantom adalah drone consumer pertama yang siap untuk terbang selama sekitar satu jam. Kesederhanaan dan kemudahan penggunaan membuatnya diminati oleh para penggemar drone.

Meski sudah sukses, Wang dikenal pekerja keras. Ia masih bekerja 80 jam per minggu. Di pintu ruang kerjanya ada tulisan 'Hanya untuk yang punya otak'. Ia memang menghargai intelektualitas.

"Yang Anda butuhkan adalah agar menjadi lebih pintar dari yang lain, harus ada perbedaan dari orang banyak. Jika Anda bisa seperti itu, Anda akan sukses," katanya.

Kacamata Spectacles yang dirilis beberapa waktu lalu bukan satu-satunya inovasi yang digarap Snap. Pasalnya, pemilik layanan Snapchat ini baru saja mengakuisisi sebuah produsen drone. Mau bikin apa?

Produsen yang dimaksud adalah Ctrl Me Robotics, penggarap drone yang berpusat di Venice, California, Amerika Serikat. Menariknya, Snap mengakuisisi produsen tersebut dengan banderol yang terbilang sangat murah. Ctrl Me Robotics hanya diakusisi dengan nilai yang tak sampai USD 1 juta.

Sayangnya, belum ada angka pasti untuk akuisisi yang dilakukan Snap tersebut. Namun seiring akuisisi yang dilakukan, Seperti dilansir Buzzfeed, Sabtu (27/5/2017), CEO Crtrl Me Robotics yang diketahui bernama Simon Saito Nielsen dipastikan resmi bergabung dalam tim Snap, beserta aset perusahaannya.

Pertanyaannya adalah, apa rencana Snap di balik akuisisi ini? Bila melihat rekam jejak Ctrl Me Robotics, terbuka kemungkinan kalau Snap disebut akan membuat drone camera.

Ctrl Me Robotics sendiri sebenarnya bukan benar-benar pembuat drone, melainkan perusahaan yang pekerjaannya mengkustomisasi sebuah drone agar bisa ditempeli dengan kamera-kamera tertentu. Dengan keahliannya tersebut, tak mengejutkan kalau rencana Snap membuat drone kamera mungkin bisa terwujud.

Kabar soal rencana Snap bikin drone camera juga bukan hal baru. Sudah sejak awal 2017 informasi ini terdengar, dan sepertinya akuisisi terhadap Ctrl Me Robotics menjadi salah satu langkah Snap untuk mencapainya.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.