KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Deteksi Pasangan Berbohong Dan Mantan Hadir Di Pernikahan

Share this history on :

RIFANFINANCINDO


Rifanfinancindo - Semarang, Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, pasti akhirnya akan tercium juga. Sepandai apapun seseorang menyimpan kebohongan, suatu saat pasti akan terungkap. Itulah yang biasa didengar untuk mengingatkan seseorang yang hendak berbohong. 

Seseorang yang berbohong cenderung melakukan apapun untuk menyembunyikan kebohongannya. Lalu, bagaimana jika Anda yang sedang dibohongi? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kebohongan seseorang, dari wajah hingga kata-kata yang digunakan. Semua hal tersebut memang diperlukan fokus yang lebih dalam dari biasanya. Namun, tak ada salahnya jika Anda mencoba untuk memastikan kejujuran seseorang yang Anda kenal, khususnya pasangan.

1. Mimik Wajah
Seseorang mungkin mengira bahwa ia bisa menyembunyikan sesuatu lewat senyumannya. Namun jika Anda memperhatikan secara jeli, Anda bisa mencium kebohongan dengan mengamati ekspresinya. Baik secara sadar maupun tidak, seseorang yang sedang berbohong, akan mengungkapkannya lewat wajah seperti pipi yang memerah, lubang hidung yang mengembang, menggigit bibir, tarikan nafas yang dalam, hingga kedipan mata yang cepat.

2. Bahasa Tubuh
Tidak hanya wajah, bahasa tubuh juga bisa memperlihatkan apakah seseorang sedang berbohong. Dilansir oleh Reader's Digest, seseorang yang jujur biasanya akan melakukan tindakan yang seimbang, seperti ketika menceritakan sesuatu yang heboh, ia akan bersikap heboh pula. Jadi antara postur, tubuh, wajah, suara, dan pemilihan kata akan seimbang. Bagaimana dengan pembohong? Lazimnya, mereka akan meminimalisir tindakan yang dilakukan. Bisa dengan menarik lengan atau kaki ke dalam tubuh atau menyembunyikan tangan di belakang punggung. Kebiasaan ini umumnya dilakukan untuk menyembunyikan kegelisahan yang mereka rasakan.

3. Senyuman
Senyuman yang jujur rata-rata menunjukkan gerakan bibir dan mata yang sinkron. Jika bibir tersenyum, otomatis mata akan memperlihatkan ekspresi yang sama. Seseorang yang tidak jujur cenderung memperlihatkan senyuman, namun kedua matanya tidak ekspresif. Bisa saja ia menyembunyikan rasa takut, marah, hingga jijik. Anda bisa memperhatikan lebih dekat bagaimana cara seseorang tersenyum untuk mengungkapkan apakah ia berkata jujur atau sebaliknya.

4. Cara Bicara
Anda perlu fokus untuk mengetahui si dia berbohong dari melihat dan mendengar caranya berbicara. Kebohongan dapat terungkap dari cara bicara seseorang apabila kecepatan berbicara dan pola pernapasannya berbeda dari yang biasa dilakukan. Apakah ia berbicara lebih cepat dari biasanya, atau justru lebih lambat? Tidak hanya perubahan suara, tempo berbicara dan pola pernapasan umumnya juga bisa membongkar ketidakjujuran seseorang.

5. Kata-kata
Sesuai yang dikutip dari Reader's Digest, orang tidak jujur cenderung menghindari kata-kata yang membuat ia berpikir lebih kompleks, seperti 'tetapi', 'kecuali', 'sedangkan', dan 'maupun'. Hal itu dikarenakan mereka tidak suka proses berpikir yang rumit. Mereka cenderung menggunakan kata ganti lebih sedikit dan lebih suka menggunakan kata yang berpusat pada dirinya sendiri.

6. Tingkah Laku
Perhatikan lebih detail bagaimana seseorang bertindak bisa memberikan keuntungan bagi Anda, salah satunya untuk mencari kebohongan. Terlebih, bila ini diterapkan pada seseorang yang sangat Anda kenal. Perubahan tindakan yang dilakukan seseorang umumnya dapat memberitahu apakah ia berkata jujur atau tidak. Anda juga perlu mempertimbangkan gestur, postur tubuh, dan nada berbicara yang biasa mereka lakukan dan dalam konteks situasi apa mereka bertindak tidak seperti biasanya.

7. Pertanyaan yang Diajukan
Ketika Anda menanyakan sesuatu pada seseorang, Anda perlu memperhatikan bagaimana mereka bereaksi pada pertanyaan tersebut. Umumnya, orang akan mengalihkan pandangan ketika dihadapkan dengan pertanyaan yang sulit. Ini memberikan waktu bagi mereka untuk berpikir meski hanya sesaat. Namun, Anda mungkin perlu menaruh rasa curiga jika seseorang mengalihkan pandangan ketika Anda memberikan pertanyaan sederhana. Ini bisa menjadi petunjuk kalau seseorang sedang berbohong.

 Teman dan rekan kerja lumrah masuk dalam daftar tamu undangan pernikahan. Hanya saja, bagaimana dengan mantan kekasih, perlu diundang atau tidak ya? Pertanyaan ini kadang menimbulkan kebingungan tersendiri bagi si calon pengantin.

"Saya sih waktu itu pengen ngundang mantan. Tapi nggak jadi. Soalnya pas saya izin ke suami, dia bilang terserah tapi nada bicaranya kayak cemburu gitu. Ha ha ha," kata salah satu pembaca detikHealth, Vina yang baru menikah seminggu lalu.

Demi menjaga perasaan sang suami, Vina pun mengurungkan niatnya mengundang sang mantan ke pernikahannya. Berbeda dengan Vina, pembaca detikHealth lain bernama Bobby memilih mengundang sang mantan pacar. Kala itu, Bobby beralasan hanya ingin menjalin silaturahmi saja dan kebetulan sang istri tidak keberatan dengan rencana Bobby.

"Karena memang dia mantan saya pas terakhir di SMA dan udah nikah juga, jadi istri nggak ada masalah," ujar Bobby.

Soal mengundang mantan kekasih atau tidak di hari pernikahan, psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi,Sri Juwita Kusumawardhani M.Psi., Psikolog mengatakan memang putus hubungan dengan kekasih tidak ada yang benar-benar secara baik-baik. Tapi, jika setelah putus masih berteman dan menjalin komunikasi dengan baik, bisa saja si mantan diundang di hari pernikahan.

"Tentunya juga perlu nanya ke pasangan. Nggak apa-apa nih kalo kita ngundang mantan yang itu karena mungkin kitanya nggak apa-apa tapi pasangan kita yang masih apa-apa dengan mantan kita," kata Wita, begitu ia akrab disapa saat berbincang dengan detikHealth.

Wita menegaskan, penting menghargai perasaan pasangan. Sehingga, jika dia keberatan maka tak perlu mengundang si mantan. Keputusan untuk tidak mengundang mantan kekasih juga bisa diambil jika kita masih ada perasaan yang mengganjal atau khawatir jika si mantan datang ada sesuatu misalnya dia membuat onar atau kita malah merasa tidak nyaman.

"Nggak usah peduliin kata orang 'Ih kenapa sih kok dia (mantan kekasih) nggak diundang'. Nggak apa-apa, yang penting kita siap atau nggak, dan yang penting juga gimana perasaan pasangan kita," kata Wita.


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.