KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Dorong Ekonomi Tumbuh, RI Mesti Belajar dari China dan Brazil

Share this history on :
Ilustrasi pertumbuhan Ekonomi
Rifan Financindo Berjangka - Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah segera mengatasi perlambatan ekonomi. Bahkan pemerintah dinilai sebaiknya belajar dari China dan Brazil.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, cara yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan daya beli masyarakat. Caranya, dengan menerapkan upah layak.

"Deng Xiaoping di China dan Lula da Silva di Brazil dia menganut sistem upah layak bisa saving, menabung bukan menombok. Begitu menabung terjadi peningkatan konsumsi. Ketika investasi turun ada gejolak indeks saham tapi konsumsi bisa dibeli rakyatnya tetap terjadi pertumbuhan cuma melambat," kata dia seperti ditulis, Jakata, Jumat (31/7/2015).

Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang investasi saja, melainkan dengan komponen peningkatan upah.

"Ini bukan persoalan buruh bagaimana pemerintah mengelola pertumbuhan ekonomi. Ketika investasi wait and see ambruk. China dua-duanya investasi diundang konsumsi ditingkatkan. Caranya bagaimana? Purchasing power daya beli. Caranya bagaimana? Upah. Asal wajar, wajar apa? Bisa menabung," jelasnya.

Terkait upah, pihaknya menuturkan tengah mengajukan kenaikan sebesar 25 sampai 28 persen untuk tahun 2016. Angka tersebut menurun dari permintaan sebelumnya 30 persen.

"Upah minimum 2016 kita revisi, 30 persen, kita revisi rata-rata 25-28 persen tergantung kuartal II pertumbuhan ekonomi," tandas dia.(Amd/Nrm)

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.