Pemerintah Targetkan Setop Impor BBM di 2026

 


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencanangkan setop impor Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2026. Secara keseluruhan, permintaan BBM pada 2026 akan mencapai 85,14 juta kilo liter (KL) yang nantinya akan dipenuhi dengan produksi sendiri dalam negeri.

"Diharapkan pada tahun 2026 kita sudah tidak mengimpor lagi BBM. Pengurangannya secara gradual dari tahun ini sekitar 16,76 juta KL kita mengimpor," ujar Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji dalam Oil & Gas Stakeholders Gathering, Rabu (9/12).

Adapun kebutuhan BBM dalam negeri pada tahun 2020 diproyeksikan sebesar 69,72 juta KL. Selain dari impor, pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri berasal dari BBN sebesar 8,43 juta KL, dan sisanya dari produksi BBM melalui kilang dalam negeri 44,52 juta KL.

Tutuka juga memaparkan produksi BBM pada tahun- tahun yang akan datang ini ditopang oleh tambahan produksi dari sejumlah kilang. Untuk target 2022, kementerian ESDM menargetkan tambahan produksi dari kilang Balongan.

Sedangkan di 2023 diharapkan ada tambahan produksi dari Kilang Balikpapan, dan pada 2026 berasal dari produksi BBM dari kilang Cilacap dan GRR Tuban.

Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengatakan pihaknya hingga kini terus berupaya mempercepat pengembangan kilang proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan kilang baru proyek Grass Roof Refinery (GRR). Setidaknya ditargetkan RI akan punya 5 kilang besar di 2026.

"Dengan pembangunan 4 RDMP dan 1 GRR di 2026, kita sudah tidak lagi melakukan impor gasoil (solar), kita tidak impor, malah berlebih. Kita lakukan ekspor," ujar Nicke saat menghadiri rapat dengan DPR, Jakarta, Rabu (1/7).

Meski demikian, kelancaran pembangunan kilang tersebut membutuhkan kesepakatan semua pihak. Apalagi pembangunan kilang tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN).

"Kita hanya butuh sedikit gasoline (bensin) untuk impor. Dengan 4 RDMP dan 1 GRR cukup. Tapi ini kan butuh kesepakatan semua. Seluruh pembangunan kilang itu dan merupakan PSN. Jadi kami tetap jalankan," jelasnya.

Nicke meminta anggota dewan turut mendukung terbangunnya kilang di Indonesia. "Tapi kan masalahnya kita masih impor, kami tidak bisa nunggu. Jadi kami lakukan saja. Kami harap dari bapak ibu anggota Komisi VII bersama-sama lakukan ini agar tidak ada lagi masalah," sambungnya.

Sumber : Merdeka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Global Masih Volatil, Potensi Harga Emas Melesat Terbuka

MELIHAT SEJARAH LEWAT TANAH, DAN FOTO BERSAMA MUMI

BEI Buka Suspensi Perdagangan Saham SUPR dan CMPP