Postingan

Menampilkan postingan dengan label Komoditi

Siang Ini, Minyak WTI Dekat Level $50

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  harga minyak terpantau alami kenaikan ditengah melambatnya jumlah pasokan minyak ke wilayah Amerika pada periode yang berakhir 20 Mei. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, minyak West Texas Intermediate kontrak bulan Juli terpantau naik 0.65% dengan diperdagangkan pada level $49.88 per barel di NYMEX, AS. Pergerakan minyak WTI hari ini telah bergerak menyentuh  level low  di $49.54 dan  level high  di $49.93. Sedangkan untuk patokan minyak premium Eropa, Brent Oil kontrak bulan Juli terpantau naik 0.72% dengan diperdagangkan pada level $50.11 per barel di ICE Future Europe exchange yang berbasis di London. Pergerakan minyak Brent hari ini telah terpantau menyentuh  level low  di $49.71 dan  level high  di $50.14. Peluang kenaikan harga komoditas minyak dunia terjadi ketika  Energy Information Administration  melaporkan bahwa pasokan minyak mentah ke wilayah Amerika mengalami...

Harga Emas Menguat Tipis Pagi Ini

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih tinggi dalam mengawali perdagangan pagi ini, setelah membukukan penurunan tajam di sesi sebelumnya akibat permintaan dollar AS yang meningkat pasca pemulihan pasar perumahan Amerika. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka kontrak bulan Juni terpantau alami kenaikan sebesar 0.04% dengan berada di level $1.229.65 per troy ounce di divisi Comex, AS. Pergerakan harga emas pagi ini telah bergerak menyentuh  level low di $1.223.00 dan  level high  di $1.230.20. Sedangkan untuk perak berjangka kontrak bulan Juli terpantau alami kenaikan sebesar 0.10% dengan diperdagangkan pada level $16.270 per troy ounce. Harga perak pagi ini telah bergerak menyentuh  level low  di $16.190 dan  level high  di $16.280. Harga emas berupaya bangkit dengan diperdagangkan pada zona hijau pagi ini, ketika sempat mengalami penurunan tajam di sesi sebelumn...

Harga Emas Melemah di Awal Pekan Karena Solidnya Indeks Saham Asia

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga   emas   bergerak di dekat level terendah tiga pekan pada awal perdagangan hari Senin karena menguatnya indeks   saham   di Asia serta meningkatnya ekspetasi bahwa   Federal Reserve   AS akan naikan suku bunga paling cepat di bulan Juni. Harga emas spot naik tipis 0.2% di level $1,254.70/onz pada pukul 09:50 WIB, bergerak di dekat level terendah tiga pekan setelah turun untuk tiga hari beruntun. Logam mulia pada pekan lalu turun 1.7%, menandai untuk penurunan mingguan terbesar dalam dua bulan. Harga emas kemungkinan akan menemukan level support terdekat di $1,243 dan level resisten di $1,258. Indeks saham Asia menguat pada hari Senin setelah sesi yang solid di Wall Street karena investor yakin bahwa Federal Reserve AS berada di jalur untuk kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada perkiraan. 

Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 per Gram

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam)/ emas Antam  naik Rp 4.000 menjadi Rp 588 ribu per gram pada Jumat (20/5/2016). Dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya sebesar Rp 584 ribu per gram. Akan tetapi, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 533 ribu per gram. Artinya jika Anda hendak menjual  emas Antam  maka akan dihargai Rp 533 ribu per gram. Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (Kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.   Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.45, harga emas seluruh ukuran masih tersedia. Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram tercatat Rp 5.990.000 per batang atau Rp 599.000 per gram. Untuk ukuran 20 gram, tercatat Rp 11.585.000 per batang atau Rp 579.250 per gram. Selain it...

Lanjutkan Penguatan, Minyak Bergerak di Atas 46 per Barel

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Minyak melanjutkan penguatan jelang dibukanya perdagangan sesi Eropa Kamis (12/5/2016), melanjutkan reli hari sebelumnya. Laporan penurunan stok minyak   AS menjadi pendorong penguatan harga minyak. Laporan Energy Infomation Administration (EIA) menunjukkan stok minyak AS berkurang sebanyak 3,4 juta barel sepanjang pekan lalu. Hal tersebut terbilang mengejutkan jika melihat laporan American Petroleum Institute sebelumnya yang menunjukkan kenaikan 3,5 juta barel. Minyak sebelumnya sempat tertekan setelah perusahaan minyak sand Kanada dikabarkan akan mulai beroperasi kembali untuk memulihkan kapasitas produksi. Kebakaran hutan yang melanda Kanada sebelumnya dikabarkan menurunkan kapasitas produksi sebanyak 1,5 juta barel per hari.  Pada pukul 13.185 WIB, minyak diperdagangkan dikisaran 46.25 menjauhi level terendah harian 45.77.

Harga Minyak Lompat 2%, Ini Penyebabnya

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga minyak di pasar Asia pada awal pekan ini naik 2%. Penyebabnya adalah, kekhawatiran menurunnya pasokan dunia karena kebakaran hutan di Provinsi Alberta, Kanada. Di Alberta terdapat kota Fort McMurray, yang merupakan penghasil minyak terbesar di Kanada. Kota ini disebut-sebut memiliki cadangan minyak terbesar ketiga di dunia. Selain kebakaran hutan ini, pergantian Menteri Perminyakan di Arab Saudi juga menimbulkan spekulasi akan adanya perubahan kebijakan untuk menaikkan kembali harga minyak. Arab Saudi merupakan eksportir minyak terbesar dunia. Pada hari ini, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 1,05/barel (2,3%) menjadi US$ 45,71/barel. Kemudian harga kontrak minyak jenis Brent naik 85 sen/barel (1,9%) menjadi US$ 46,22/barel. "Saya pikir kebakaran hutan akan menghambat ekspor minyak Kanada ke Amerika Serikat (AS), yang biasanya sebanyak 3,5 juta barel per hari," kata Analis,...

Harga Minyak Meroket Dipicu Kebakaran di Kanada

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga minyak  melonjak pada Kamis (Jumat pagi WIB) setelah api mengamuk di kota minyak Fort McMurray, Kanada mengganggu produksi minyak terutama yang mengalir ke Amerika Serikat (AS). Dilansir dari  Reuters,  Jumat (6/5/2016), memburuknya kondisi kebakaran mendorong api bergerak ke timur laut Kota Alberta di jantung Kanada. Sekitar sepertiga dari kapasitas produksi minyak mentah harian Kanada telah terpotong dan beberapa pipa utama ditutup demi keamanan. Harga minyak mentah berjangka sempat melonjak 5 persen sebelum keuntungan terkelupas penguatan dolar AS yang membuat minyak menjadi lebih mahal bagi pemegang euro dan mata uang lainnya. Beberapa pedagang juga menilai melemahnya harga minyak juga dipicu meningkatnya cadangan minyak sebesar 1,35 juta-barel di Cushing, Oklahoma.  Data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah total menyentuh rekor tertinggi di atas 543 juta barel pekan lalu. Har...

Minyak Masih di Bwah Tekanan Keberlimpahan Persediaan

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Minyak mentah berjangka bergerak fluktuatif pada sesi perdagangan hari Rabu dan menyelesaikan sesi secara sederhana lebih tinggi dan mengakhiri serangkaian tiga hari yang turun, karena munculnya kekhawatiran baru tentang pasokan minyak mentah global yang kian berlimpah. Di New York Mercantile Exchange, West Texas Intermediate berjangka ditutup 13 sen, atau 0,3%, lebih tinggi pada level $ 43,78 per barel. WTI telah naik 3% lebih tinggi pada pertengahan sesi perdagangan dan turun kembali hampir 1%. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli berakhir turun 35 sen, atau 0,8%, ke level $ 44,62 per barel di bursa ICE Futures London. Minyak Brent sempat mencapai $ 46,01 per barel beberapa waktu setelah sesi perdagangan dibuka. Harga minyak mentah sempat terpengaruh isu kebakaran hutan yang berkecamuk di Alberta utara, yang diperkirakan akan memaksa penurunan produksi minyak mentah di wilayah itu, namun pasar kembali terb...

Minyak Ditutup Turun

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga minyak mentah jatuh ke bawah $44 per barel menjelang rilis data persediaan minyak AS yang diperkirakan mengalami penaikan. Minyak WTI untuk pengiriman Juni turun $1,13 ke level $43,65 per barel pada penutupan perdagangan, sedangkan minyak Brent untuk pengiriman Juli ditutup melemah 86 sen ke level $44,97 per barel. Berdasarkan survei Bloomberg sebelum rilis data badan informasi energi AS, persediaan minyak diperkirakan meningkat 750.000 barel minggu lalu. “Masalah pasokan masih ada. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang akan berubah. Sekarang orang-orang mulai mengkhawatirkan permintaan,” kata Michael Corcelli dari Alecander Alternative Capital LLC kepada Bloomberg, Selasa. Harga minyak tetap berada sekitar 60% di bawah harga tertinggi pada pertengahan 2014 lalu karena kelebihan pasokan global. Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg, organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) menaikkan produksi bulan lalu, dengan Irak ...

Minyak Lanjutkan Pelemahan

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak ditambah dengan ketidakpastian permintaan, mendorong harga minyak dunia bergerak lebih rendah pada sesi akhir hari Senin di AS untuk hari kedua perdagangan secara berturut-turut. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni, turun $1,14 dan berakhir di level $44,78 per barel di New York Mercantile Exchange. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, patokan Eropa, merosot $1,54 untuk selanjutnya menetap pada level $45,83 per barel. Laporan meningkatnya produksi di Irak dan Iran memperlambat momentum yang mengangkat harga minyak ke tingkat tertinggi pada 2016 pekan lalu, kata para analis. Ekspor minyak Irak mencapai rekor 3,36 juta barel per hari pada April, Bloomberg News melaporkan, memperkirakan bahwa produksi Iran selama satu bulan mencapai 3,5 juta barel per hari, terbesar sejak Desember 2011. Juru bicara Kementerian Minyak Irak Assem ...

Minyak Naik Lagi ke Level Tertinggi

Gambar
Rifan Financindo Berjangka -  Harga minyak dunia naik lagi pada sesi perdagangan AS hari Kamis, mencapai tingkat tertinggi baru tahun ini. Naik untuk hari ketiga berturut-turut, harga minyak mendapat dorongan dari melemahnya dolar AS setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Rabu dan mengisyaratkan tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunganya, kata para analis. “Kami memiliki Fed yang berjalan relatif dovish, jadi kami punya sedikit pergerakan lebih rendah dalam dolar AS — yang positif bagi komoditas-komoditas,” kata Bart Melek dari TD Securities. Pasar minyak sedang memantau berlalunya kelebihan pasokan global untuk saat ini “dan menawarkan beberapa kenaikan teknis,” kata Melek. “Brent mungkin ingin bergerak menuju 50 dolar AS.” Di London, Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan Eropa, naik 96 sen ke tingkat tertinggi sejak November menjadi menetap di level $48,14 per barel. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WT...

Minyak Sentuh Level Tertinggi

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga minyak dunia melonjak ke tertinggi baru 2016 untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu, setelah Federal Reserve tampak lebih optimis dalam pandangannya untuk ekonomi global. Harga minyak jatuh pada awal perdagangan, setelah laporan mingguan Departemen Energi AS menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak dua juta barel pekan lalu, sedikit lebih besar dari perkiraan para analis. Pasokan minyak mentah AS pekan lalu naik dua juta barel ke tingkat tertinggi selama ini pada 540,6 juta barel, Departemen Energi AS mengatakan dalam laporan mingguan yang dirilis Rabu. “Kami mendapat penambahan dalam stok minyak mentah, yang tampaknya membawa beberapa penjual keluar dari masalah,” kata Gene McGillian dari Tradition Energy. Tetapi pasar reli di akhir sesi setelah pengumuman kebijakan Federal Reserve. Seperti yang diharapkan suku bunga Fed tidak berubah, tetapi juga tampak kurang peduli daripada sebulan lalu tentang kondisi global, membuka ...

Analisa Komprehensif Komoditas

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Minyak mentah naik cepat di sesi kemarin karena terlihat prospek permintaan yang solid setelah American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah mingguan menunjukkan penurunan yang lebih besar dari yang diharapkan sebesar1.070 juta barel, sedangkan stok bensin turun 400.000 barel, kurang dari yang diharapkan menjelang musim musim panas, dan sulingan turun sebesar 1,0 juta barel. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni naik 2% ke $44,80 per barel. Hari ini para investor dan pelaku pasar juga menunggu laporan pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan pada persediaan minyak mentah nasional dengan perkiraan sebesar 2,3 juta barel untuk pekan lalu. Awal pekan ini, penyedia informasi energi global Genscape, Inc melaporkan bahwa stok di Oil Hub Cushing di Oklahoma naik 1,5 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 22 April. Cushing, fasilitas penyimpanan minyak terbesar di AS, ...

Minyak Menanjak Mulus

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga minyak mentah ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari lima bulan terakhir di tengah tanda-tanda bahwa kelebihan pasokan global semakin berkurang. Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik $1,40 ke $44,04 per barel. Sedangkan harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik $1,26 atau 2,8% ke $45,74 per bare pada penutupan perdagangan Selasa. “Sentimen pasar terus membaik. Banyak orang yang yakin bahwa harga telah menyentuh level terendah, dan pasar akan menyeimbangkan harga akhir tahun ini,” kata Tim Evans dari Citi Futures Perspective kepada Bloomberg. Minyak mentah telah kembali pulih setelah merosot ke level terendah sejak 2003 pada bulan Februari di tengah tanda-tanda kelebihan pasokan global akan berkurang karena produksi minyak AS berkurang. American Petroleum Institute menyatakan pasokan minyak mentah AS kemungkinan turun 1,07 juta barel pekan lalu. Berdasarkan survei Bloomberg sebelum lapo...

RI Segera Bangun Kilang Minyak Baru di Tuban dan Bontang

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Kapasitas kilang minyak yang dimiliki Indonesia saat ini adalah 1,043 juta barel per hari. Sementara kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional mencapai 1,578 juta barel per hari.   Sebagai perbandingan, Singapura, yang jauh lebih kecil wilayah dan jumlah penduduknya, memiliki kilang minyak dengan total kapasitas 1,382 juta barel per hari. Sementara kebutuhan BBM-nya hanya 148 ribu barel per hari. Selain kapasitasnya yang masih kurang, tingkat kompleksitas kilang-kilang di Indonesia masih rendah, teknologinya sudah tertinggal. Kilang-kilang di dalam negeri umumnya sudah tua sehingga tidak dapat berproduksi secara efisien.   Rata-rata kompleksitas kilang milik PT Pertamina (Persero) hanya 4,9. Di bawah Thailand (6), rata-rata Asia (5,8), dan rata-rata global (7,1). Hanya unggul sedikit dari Singapura yang tingkat kompleksitas kilangnya 4,8. "Kompleksitas kilang nasional relatif rendah dibanding kilan...

Kesepakatan Pembekuan Produksi Gagal, WTI Turun Ke US$37,93 Per Barel

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga minyak mentah anjlok setelah pembicaraan di Doha antara produsen minyak mentah terbesar dunia berakhir tanpa kesepakatan pembekuan produksi. Harga minyak West Texas intermediate untuk pengiriman Mei melemah US$2,75 ke posisi US$37,93 per barel pada pukul 06.07 waktu Hong Kong (5.07 WIB). Sebelumnya, kontrak tersebut jatuh US$1,14 ke US$40,36 per barel pada hari Jumat. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni melemah US$3 atau 7% ke US$40,10 per barel. Kontrak tersebut sebelumnya ditutup melemah 1,7% ke US$43,10 pada hari Jumat minggu lalu. Pertemuan tingkat tinggi di ibukota Qatar gagal menemui kesepakatan setelah Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya tidak setuju untuk membekukan produksi kecuali semua anggota OPEC setuju, termasuk Iran yang tidak menghadiri pertemuan itu, kata Menteri Energi Rusia Alexander Novak setelah pertemuan. Secara terpisah, wakil kepala eksekutif untuk keuangan dan juru bica...

Efek Rencana Pertemuan Doha Mereda, Minyak Melemah

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang -  Harga minyak mentah melemah menyusul prediksi bahwa pertemuan produsen minyak mentah utama di Doha, Qatar, akhir pekan ini akan memberikan sedikit dampak pada pasokan. Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun 26 sen ke posisi US$ 41,50 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Juni turun 34 sen atau 0,8% ke US$43,84 per barel di ICE Futures Europe Exchange, London. Menteri Energi Qatar Mohammed Al Sada mengatakan delegasi dari OPEC dan negara-negara penghasil minyak lainnya sudah mulai tiba di Doha. Penurunan harga mereda sebelumnya setelah Badan Energi Internasional dalam sebuah laporan menyatakan bahwa pasar minyak global akan stabil karena penurunan harga akan berdampak  output  negara di luar OPEC. "Pembicaraan tentang Doha marak di pasar. Tetapi bahkan jika mereka mengumumkan kesepakatan untuk membekukan output, dampaknya akan minimal," kata Dan H...

Harga Minyak Mentah Naik, Indeks MSCI Menguat

Gambar
Rifan Financindo Berjangka Semarang - Indeks emerging markets  naik menyusul menguatnya harga harga minyak mentah yang mendorong saham-saham di sektor energi. Indeks MSCI Emerging Markets menguat 0,9% ke level 816,82, sehingga mengurangi tingkat penurunan minggu lalu menjadi 1,1%. Sementara itu, indeks MSCI Emerging Markets Currency menguat 0,4%. Sembilan dari 10 kelompok industri ditutup menguat Jumat (8/4/2016) minggu lalu, dipimpin oleh sektor energi yang menguat 2,1%. Indeks acuan negara-negara berkembang ini telah menguat 2,9% sepanjang tahun ini dan diperdagangkan pada 11,7 kali estimasi laba satu tahun. Penguatan harga minyak pada akhir pekan lalu membantu meningkatkan permintaan aset berisiko karena investor masih mempertanyakan kekuatan reli baru-baru ini menyusul kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global yang goyah. “Penguatan harga minyak membantu asset berisiko. Sementara itu, sentiment masih rapuh,” kata Michael Wang dari Amiya C...