Postingan

Menampilkan postingan dengan label Marketing

Harga Minyak Anjlok, Arab Saudi Terpaksa Pinjam Uang

Gambar
Rifan Financindo Berjangka - Negara penghasil minyak dunia, Arab Saudi sepertinya harus menghadapi realita buruk pada pendapatannya. Bahkan, pemerintah Arab Saudi harus meminjam uang akibat merosotnya harga minyak dunia. Seperti dilansir  CNN , Selasa (11/8/2015), merosotnya harga minyak dunia memaksa pemerintah Arab Saudi mencari pinjaman dari investor asing. Arab Saudi telah menghabiskan hampir USD62 miliar dari cadangan mata uang asing tahun ini, dan meminjam USD4 miliar dari bank lokal pada Juli lalu dalam bentuk obligasi sejak 2007. Sementara itu, defisit anggaran diperkirakan akan mencapai 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2015 ini. Capital Economics memperkirakan, pendapatan pemerintah akan turun USD82 miliar pada tahun ini, setara dengan 8 persen dari PDB. Kemerosotan minyak dari USD107 per barel pada Juni lalu menjadi USD44 berhasil memeras setengah dari output ekonomi negara dan pendapatan pemerintah yang dihasilkan oleh industri minyak. Perju...

Mau Punya Emas Batangan dari Korea? Beli Saja di Oshop O Channel

Gambar
Rifan Financindo Berjangka -   Percetakan asal Korea, Korea Minting, Security Printing & ID Card Operating Corporation (KOMSCO) kian melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia dengan menggandeng Oshop milik O Channel untuk menjual emas batangan secara online. Kerjasama itu ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman ( Memorandum of Understanding/ MoU) antara CEO KOMSCO Kim Hwa-dong dan Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) Sutanto Hartono di Jakarta. Kim memandang Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk memasarkan produknya tersebut. "Produk yang dijual di Oshop adalah emas batangan. Di Korea, penjualan emas batangan ini juga dilakukan melalui   home shopping . Perekonomian Indonesia maju cukup drastis dan tentu saja akan banyak konsumen yang berminat untuk membeli atau berinvestasi emas batang," terang Kim usai menandatangani MoU di SCTV Tower Jakarta, Rabu (25/3/2015). Menurut Kim, yang terpenting dari jual beli emas batangan secara o...

Hebat! Baru 17 Tahun, Pria Ini Sudah Jadi Miliard

Rifan Fianncindo Berjangka Semarang - Seorang pemuda bermana Mohammed 'Mo' Islam mencatatkan diri sebagai salah satu [miliarder paling muda](2146959 "") di dunia. Mohammed  telah mencetak sekitar US$ 72 juta atau sekitar Rp 912 miliar (Kurs: Rp 12.672/US$) di bursa saham. Dilansir dari  The Richest  pada Selasa (16/12/2014), kisah Mo yang baru berusia 17 tahun tersebut bahkan masuk ke dalam daftar kisah sukses yang dikeluarkan oleh  New York Magazine. Saat ini, Mo dijuluki sebagai "Teen Wolf of Wall Street" karena kemampuannya mengumpulkan kekayaan. Siswa SMA ini memiliki kekayaan pribadi yang cukup untuk menyewa sebuah apartemen elit di Manhattan dan membeli BMW sendiri. Meskipun begitu, Mo belum diizinkan untuk tinggal sendiri dan masih tinggal dengan orang tuanya. Mo juga belum memiliki Surat Izin Mengemudi sehingga belum boleh mengemudi mobilnya sendiri. Mo sendiri saat ini merupakan bagian dari klub Leaders Investment Club. Menjadi seorang in...

IHSG Mencoba Bangkit

Gambar
Rifan Financindo Berjangka- Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan masih variatif, namun dengan peluang naik, Selasa (4/11/2014) ini. Sentimen atas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi masih membayangi pergerakan IHSG.  Dari eksternal, pasar saham AS melambat seiring penurunan saham-saham di sektor energi. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Average 0,14 persen dan indeks S&P 500 yang turun 0,01 persen. Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kenaikan indeks manufaktur Tiongkok.  Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang menguat signifikan 3,59 persen. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah tipis 0,0 persen. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terkoreksi.  Dari dalam negeri, pemerintah memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada bulan ini (November 2014), meskipun belum menyebutkan kapan tanggal pastiny...

Telkom Lunasi Utang Rp 1 Triliun ke BCA

Gambar
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mulai mengurangi beban utang. Pada 23 Oktober 2014, TLKM melalui anak usaha PT Telkomsel, melunasi pinjaman jangka pendek senilai Rp 1 triliun kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Hal tersebut terungkap dalam laporan keuangan TLKM per 30 September 2014 yang dirilis Senin (27/10/2014). Fasilitas yang dikenakan bunga JIBOR 3 bulan + 2 persen itu adalah bagian dari utang jangka pendek TLKM yang per 30 September 2014 lalu tercatat Rp 2,63 triliun. Selain BCA, TLKM menanggung utang jangka pendek kepada Bank CIMB Niaga, Bank UOB Indonesia dan Bank Danamon Indonesia. Di sisi lain, TLKM memiliki utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun ke depan senilai Rp 5,5 triliun. Jumlah tersebut meliputi utang bank senilai Rp 3,58 triliun dan pinjaman penerusan ( two-step loans ) sejumlah Rp 1,13 triliun. Sementara sisanya adalah utang sewa pembiayaan senilai Rp 588 miliar dan obligasi & wesel bayar Rp 211 miliar. TLKM butuh memang...

Mazda CX-3 Segera Tantang Juke dan EcoSport

Gambar
SUV paling bontot Mazda yang akan dikenal dengan sebutan CX-3 segera debut di LA Auto Show pada 21/11/2014. Media Australia, Motoring.com.au , Selasa (28/10/2014), mengabarkan, proses pengenalan pada akhir 2014 bertujuan agar penjualan global bisa dilakukan pada 2015. Kabar ini datang dari sumber di Jepang, meski begitu Mazda belum membeberkan detail resmi. Sama seperti pabrikan lain, CX-3 merupakan  model untuk menggapai segmen yang sedang dicintai konsumen di seluruh dunia, yaitu  crossover  kompak. Di pasaran CX-3 bakal bersaing dengan Mitsubishi Outlander, Ford EcoSport, Hyundai Tucson, dan Kia Sportage. Selain itu CX-3 akan menantang Honda HR-V, Jeep Renegade, Renault Captur, dan Suzuki Vitara. Kendati belum resmi ada beberapa informasi yang diungkapkan, CX-3 dibuat menggunakan basis Mazda2 namun posisi mengemudi lebih tinggi dan dilengkapi ornamen eksterior yang lebih berkarakter rekreasional. CX-3 akan bergerak mengandalkan roda depan, dilengkapi teknlogi...

IHSG Masih berpotensi Lanjutkan Kenaikan

Gambar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (24/10/2014), cenderung menguat, meski bergerak "mixed".  "Tren pergerakan IHSG hari ini melanjutkan tren yang terjadi pada perdagangan Kamis," sebut analis Bahana Securities Muhammad Wafi. Ia merekomendasikan saham-saham yang dapat memperhatikan adalah UNVR, BBRI, BKSL, RALS, dan UNTR.  Kemarin, IHSG naik 29 poin atau 0,58 persen ke level 5.103,52. Penguatan tersebut, tutur Wafi, lebih disebabkan oleh laporan keuangan kuartal ketiga sejumlah emiten. Wafi tidak menyebutkan adanya korelasi antara sentimen pasar dengan "tarik-ulur" pengumuman kabinet oleh Presiden Joko Widodo.  "Pada perdagangan Kamis, IHSG naik 29 poin ke level 5.103,52 dikarenakan mulai keluarnya laporan keuangan kuartak ketiga sejumlah emiten yang berhasil melebihi estimasi semula," tutur Wafi.  Sementara itu, saham-saham yang menjadi pendorong kenaikan bursa tempo hari adalah BBCA, TLKM, ASII...

Aussie Naik Sedikit Didukung Rencana PBOC Suntikkan Stimulus

Gambar
Pada perdagangan hari ini nilai tukar aussie tampak mengalami pergerakan menguat yang cukup baik terhadap dollar AS (20/10). Mata uang Australia tersebut memperoleh dukungan untuk menguat setelah pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa bank sentral berencana untuk menginjeksi dana ke beberapa bank di negara tersebut. Hal ini merupakan sinyal bahwa negara tersebut mempertimbangkan program stimulus. Bank sentral Tiongkok dikabarkan berencana untuk menyuntikkan dana sebesar 200 miliar yuan atau setara dengan 32.7 miliar dollar ke beberapa bank nasional dan daerah untuk membantu mereka dalam memperkuat likuiditas jelang akhir tahun. Suntikan dana tersebut menyusul upaya bank sentral Tiongkok menyediakan likuiditas sebesar 500 miliar yuan ke lima bank terbesar Tiongkok bulan lalu. Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang telah menahan diri untuk memberikan stimulus besar-besaran dan telah menyatakan lebih menyukai usaha reformasi ekonomi menyeluruh guna menggenjot...

Yen Jepang Melempem; Lembaga Dana Pensiun Jepang Incar Aset yang Lebih Berisiko

Gambar
Pada perdagangan perdana minggu ini nilai tukar yen Jepang terpantau anjlok tajam terhadap dollar AS (20/10). Yen melanjutkan penurunan untuk tiga sesi berturut-turut dan mencapai level paling tinggi dalam lima hari belakangan terhadap rival utamanya dollar AS. Yen Jepang pagi hari ini menerima sentimen negative dan melemah terhadap 16 rival utamanya setelah sebuah laporan mendetail menunjukkan bahwa lembaga dana pension Jepang yang mengelola lebih dari 1.2 triliun dollar akan mulai melakukan realokasi portofolio ke bursa saham dan asset lain yang lebih berisiko. Hal ini mengakibatkan minat terhadap asset-aset safe haven seperti yen mengalami penurunan. Pelemahan yen untuk tiga sesi berturut-turut terjadi setelah surat kabar Nikkei menyatakan bahwa lembaga pengelola dana pension akan menaikkan target pembelian obligasi asing dan saham menjadi sekitar 30 persen dari 23 persen dan akan menaikkan rasio saham domestic menjadi 25 persen dari 12 persen. ...

Harga Gula Masih Menguat Pekan Lalu, Potensi Kenaikan Ekspor Brasil Batasi Pergerakan

Gambar
Harga gula di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan pekan lalu, 13-17 Oktober 2014, terpantau ditutup menguat tipis secara agregat sepekan. Penguatan harga gula di bursa ICE Futures US pada perdagangan di pekan lalu dipicu oleh kondisi cuaca di awal pekan yang memberikan sentimen positif cukup kuat. Pergerakan harga gula di bursa ICE Futures US pada perdagangan pekan lalu terpantau berada dalam pola cenderung untuk menguat. Dari total 5 hari perdagangan harga gula 3 kali ditutup dengan penguatan sementara sisanya ditutup dengan pelemahan. Dampak dari trend yang cenderung berfluktuasi tersebut, harga gula masih dapat ditutup menguat namun relatif terbatas. Secara fundamental pergerakan harga gula pada awal perdagangan pekan lalu di awal pekan masih terdorong menguat akibat sentimen cuaca panas di Brasil. Dampak dari dorongan cuaca tersebut, membuat harga gula dapat ditutup menguat di dua hari perdagangan awal pekan lalu. adapun landasan pengua...

Harga Kopi Arabika Melemah Pekan Lalu, Anjlok di Akhir Pekan

Gambar
Harga kopi arabika di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan pekan lalu, 13-17 Oktober 2014, terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga kopi arabika di bursa ICE US pada pekan lalu dipicu oleh perkembangan kondisi cuaca di Brasil. Pergerakan harga kopi arabika pada perdagangan pekan lalu terpantau berada dalam trend yang berfluktuasi dengan dominasi pelemahan. Dari total 5 hari perdagangan, harga kopi arabika mengalami pelemahan dalam 3 hari perdagangan sementara 2 hari lainnya ditutup dengan penguatan. Sementara untuk signifikansi pergerakan harga kopi arabika pada pekan lalu, pelemahan harga kopi arabika lebih dipicu oleh anjloknya harga di akhir pekan akibat kondisi cuaca Brasil. Pada hari pertama perdagangan pekan lalu, harga kopi arabika belum memperlihatkan pola pergerakan akan cenderung melemah dalam sepekan. Pergerakan harga yang masih berupaya bergerak menguat, menunjukan dorongan fundamental dari cua...

Harga Kakao Anjlok Jelang Rilis Data Pengolahan Kakao Amerika Utara

Gambar
Harga kakao di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan Kamis 16 Oktober 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga kakao di bursa ICE Futures US dipicu oleh ekspektasi akan turunnya data pengolahan kakao di kawasan Amerika Utara. Akan rilisnya data pengolahan kakao di kawan Amerika Utara terpantau memicu harga kakao untuk melemah di ICE Futures US. Ekspektasi akan terjadinya penurunan pengolahan kakao di wilayah tersebut, membuat demand terindikasi akan cenderung lemah. Dampak dari hal tersebut harga kakao pun terdorong melemah. Sebelumnya, rilis data pengolahan kakao telah dipublikasikan untuk wilayah Eropa. Adapun dari rilis data tersebut dilaporkan bahwa pengolahan kakao di Eropa mengalami penurunan bilan dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Sementara untuk data pengolahan kakao lainnya yaitu di wilayah Asia, direncanakan baru akan rilis pekan mendatang dengan prediksi cenderung pada penurunan. Meskipun terdorong melemah a...

Harga Kopi Arabika Terkoreksi, Beberapa Kebun Kopi Masih Akan Panas

Gambar
Harga kopi arabika di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan Kamis 16 Oktober 2014 terpantau ditutup menguat. Penguatan harga kopi arabika dipicu oleh isu terkait prediksi hujan Brasil di wilayah perkebunan kopi. Perkiraan terkait prediksi cuaca di Brasil, terpantau membuat harga kopi arabika kembali bergerak menguat di ICE Futures US. Beberapa wilayah perkebunan kopi Brasil yang diprediksi tidak akan mendapatkan curah hujan dari prediksi hujan di sebagian besar wilayah Brasil, membuat ekspektasi kondisi cuaca terhadap output kembali memberi sentimen positif. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi panas yang masih akan berada di beberapa wilayah perekebunan kopi tetap berpotensi kuat mengurangi produktivitas kopi Brasil. Sebelumnya, prediksi cuaca di Brasil justru sempat membuat harga kopi arabika anjlok pada perdagangan Rabu lalu. Hal tersebut disebabkan oleh prediksi cuaca memberikan kecenderungan akan adanya hujan di sebagian besar wilayah Br...

Harga Gula Kembali Menguat, Rendahnya Tingkat Harga Jadi Insentif Aksi Beli

Gambar
Harga gula di burs ICE Futures US pada penutupan perdagangan Kamis 16 Oktober 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga gula di ICE Futures US dipicu oleh aksi beli kembali para investor pasca harga anjlok di perdagangan hari sebelumnya. Aksi pembelian kembali para investor pasca penjualan yang membuat harga jatuh di perdagangan Rabu lalu, terpantau membuat harga gula terdorong menguat di ICE Futures US. Pemanfaaant insentif tingkat harga yang rendah pasca anjlok Rabu lalu, menjadi landasan terkuat yang membuat aksi beli menguat pada Kamis lalu. Dampak dari hal tersebut, harga gula kembali terangkat naik. Meskipun bergerak menguat pada perdagangan Kamis lalu, namun secara fundamental posisi harga gula masih mengalami tekanan kuat. Buruknya kondisi supply dan demand global masi menjadi kendala pada pergerakan harga gula. Selain itu, sedang melemahnya nilai Real Brasil juga semakin memperburuk pergerakan harga gula akibat potensi peningk...

Harga Emas Akhirnya Melemah, Initial Jobless Claims AS Capai Terendah 14 Tahun

Gambar
Harga emas di bursa Comex pada penutupan perdagangan Kamis 16 Oktober 2014 terpantau ditutup melemah dini hari tadi. Pelemahan harga emas di bursa Comex dipicu oleh sentimen negatif dari rilis data initial jobless claims Amerika Serikat. lihat: Data Klaim Pengangguran AS Mengejutkan, Turun Ke Level Terendah 14 Tahun Data initial jobless claims Amerika Serikat yang rilis pada Kamis lalu terpantau menjadi sentimen negatif kuat pada pergerakan harga emas Comex. Rilis data yang menunjukan penurunan klaim pengangguran ke level terendah dalam 14 tahun terakhir dengan perubahan dari 287.000 ke 264.000 dan jauh dibawah ekspektasi di 290.000 membuat aksi beli emas melemah. Dampak dari hal tersebut, harga emas pun akhirnya terdorong melemah. Meskipun terdorong melemah pada penutupan perdagangan Kamis lalu di Comex, pergerakan harga emas terlihat masih mendapat support kuat dari sentimen perekonomian global. Indikasi lesunya ekonomi global khusunya Eropa, mas...

Yen Jepang Retreat dari 5.5 Minggu Tertinggi terhadap Dollar

Gambar
Pada perdagangan hari  Kamis pagi ini nilai tukar yen Jepang terpantau mengalami retreat terhadap dollar AS (16/10). Yen melemah akibat reaksi reversal teknikal setelah pada perdagangan kemarin mata uang ini mengalami peningkatan tajam hingga mencapai posisi paling tinggi dalam 5.5 minggu belakangan. Mata uang Jepang pada perdagangan kemarin mengalami lonjakan tajam yang merupakan kenaikan harian paling besar dalam enam bulan belakangan. Para investor global kembali memburu asset safe haven seperti yen di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global masih memiliki risiko perlambatan.    Indeks spot dollar melanjutkan penurunan di tengah makin turunnya ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Yen mengalami kenaikan terhadap Sembilan rival utamanya di tengah anjloknya bursa saham global. Hari ini mata uang Jepang tersebut masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan. Akan tetapi saat ini yen sedan...

Mata Uang Rupiah Terangkat Sedikit Akibat Rebound Teknikal

Gambar
Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tampak mengalami kenaikan tipis (16/10). Mata uang rupiah mengalami rebound teknikal setelah pada perdagangan kemarin anjlok tajam hingga kembali mencapai posisi paling rendah dalam 10 bulan belakangan. Kemarin mata uang lokal ini terpuruk di level paling rendah dalam 10 bulan belakangan terhadap dollar AS karena para pelaku pasar memilih untuk memegang asset safe haven dan melepaskan asset yang berisiko. Rupiah masuk ke dalam kategori asset berisiko. Mata uang lokal masih berpotensi untuk melanjutkan pergerakan melemahnya terhadap dollar AS.  Tekanan yang dialami rupiah disebabkan oleh anjloknya bursa-bursa saham Asia, termasuk bursa saham dalam negeri, pada perdagangan hari ini. Akan tetapi indikator teknikal yang sudah menunjukkan kondisi jenuh jual bagi rupiah membuka kesempata mata uang ini untuk menguat tipis. Rupiah pada perdagangan hari Kamis siang ini berada pada pos...

Harga Kakao Kembali Menguat, WHO Beri Pengumuman Terkait Ebola

Gambar
Harga kakao di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan Selasa 14 Oktober 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga kakao di bursa ICE Futures US dipicu oleh penguatan sentimen dari wabah Ebola. Laporan dari WHO terkait perkembangan virus Ebola terpantau semakin memicu harga kakao untuk menguat di bursa ICE Futures US. Laporan dari WHO pada Selasa yang menyatakan Ebola masih dalam proses penyebaran dengan perkiraan jumlah kasus akan mencapai lebih dari 9000 sepanjang pekan ini, membuat kekhawatiran global akan perluasan dampak Ebola meluas. Adapun kekhawatiran tersebut terhadap harga kakao dilandasi oleh potensi perluasan wilayah wabah ke Ghana maupun Pantai Gading yang merupakan negara-negara penghasil kakao terbesar global. Dampak dari sentimen Ebola tersebut bahkan dapat menutup sentimen negatif kuat dari indikasi pelemahan demand kakao di pasar Eropa. Data pengolahan kakao untuk kuartal 3 yang turun 1,1% bila dibandingkan p...

Harga Emas Ditutup Mixed di Comex, Sentimen Ekonomi Jerman Jatuh Melebihi Ekspektasi

Gambar
Harga emas spot di bursa Comex pada penutupan perdagangan Selasa 14 Oktober 2014 terpantau ditutup melemah dini hari tadi. Pelemahan harga emas spot Comex dipicu oleh penguatan Dollar Amerika Serikat yang membuat aksi beli relatif lesu. Sentimen perekonomian global yang mixed pada Selasa lalu terpantau membuat harga emas di pasar spot dan berjangka bergerak ke arah yang berbeda. Data sentimen ekonomi Jerman yang anjlok, cenderung memberi dorongan penguatan pada emas. Namun, nilai Dollar Amerika Serikat yang turut terdorong melejit akibat rilis data tersebut, memberikan sentimen negatif yang relatif cukup kuat untuk melemahkan aksi beli. Adapun berdasarkan rilis data Selasa lalu, indeks sentimen ekonomi Jerman dilaporkan turun 0,27% ke level -3,6% dari 6,9% dan melebihi ekspektasi di 1%. Sementara data penting lainnya dari perekonomian Eropa justru cenderung memberi sentimen negatif dengan adanya laporan membaiknya inflasi Inggris dari 1,5% ke 1,2%. Da...

Data Inflasi Konsumen dan Produsen Tiongkok Picu Aussie Melemah

Gambar
Pada perdagangan hari ini nilai tukar aussie tampak mengalami pergerakan melemah dengan cukup signifikan terhadap dollar AS (15/10). Mata uang Australia tersebut melempem segera setelah dirilis data inflasi konsumen dan produsen dari Tiongkok yang berada di bawah estimasi. Data CPI Tiongkok untuk bulan September lalu berada di level 1.6 persen (y/y). Tingkat inflasi melambat signifikan dibandingkan dengan inflasi konsumen di bulan Agustus yang berada di level 2.0 persen. Tingkat inflasi ini merupakan yang paling rendah dalam lima bulan belakangan. Sementara itu di tingkat produsen masih terjadi deflasi. Deflasi mencapai angka 1.8 persen (y/y). Tingkat deflasi tersebut makin cepat dibandingkan dengan deflasi yang terjadi pada bulan Agustus yang hanya sebesar 1.2 persen. Deflasi harga produsen di Tiongkok merupakan yang paling buruk dalam 31 bulan belakangan. Pagi ini aussie alami penurunan yang signifikan terhadap rival utamanya, dollar AS. Mata uan...