Harga Kakao Anjlok Akibat Tekanan Pengiriman Asal Afrika
Harga kakao di bursa ICE Futures US pada perdagangan pekan lalu, 8-12 September 2014, terpantau ditutup melemah secara agregat sepekan. Pelemahan harga kakao di bursa ICE Futures US dipicu oleh sentimen negatif sisi supply yang menguat akibat adanya tambahan pengiriman asal Afrika.
Pergerakan harga kakao pada perdagangan pekan lali di ICE Futures US terpantau masih cenderung berada dalam trend bearish. Dari total 5 hari perdagangan pekan lalu, tercatat 3 hari perdagangan harus ditutup melemah. Adapun pelemahan tersebut bahkan tetap terjadi meskipun indikator teknikal berada di fase jenuh melemah.
Sentimen sisi supply pada harga kakao masih menjadi momok pergerakan harga kakao di ICE US pada perdagangan pekan lalu. Ekspektasi akan kondisi supply yang cenderung berlebih pada tahun 2014 semakin menguat akibat cukup tingginya output kakao Afrika. Bahkan pada pekan lalu, sentimen tersebut semakin menguat seiring adanya penambahan pengiriman yang dilakukan oleh Ghana selaku penghasil kakao terbesar kedua. Imbas dari hal tersebut, harga kakao pun mendapat landasan sentimen negatif kuat sejak awal pekan.
Walaupun demikian, pergerakan harga kakao yang jatuh signifikan akibat sentimen kuat di perdagangan awal pekan tersebut justru memicu aksi beli oleh para investor. Tersentuhnya indikator lesu teknikal menjadi landasan para investor untuk menguatkan aksi beli memanfaatkan kondisi cenderung oversolld. Dampak dari hal tersebut, harga kakao pun dapat kembali bergerak menguat di hari kedua perdagangan.
Namun, dorongan teknikal tersebut ternyata tidak dapat kokoh mengangkat pergerakan harga kakao di ICE US. Fundamental yang masih negatif kuat kembali memberi tekanan pada harga kakao untuk kembali anjlok. Bahkan tekanan fundamental yang kembali memicu harga untuk memasuki area jenuh pada perdagangan Rabu, berhasil menutup dorongan teknikal untuk melanjutkan pelemahan di perdagangan Kamis pekan lalu.
Meskipun demikian, dorongan posisi teknikal yang telah sangat lesu tersebut akhirnya dapat kembali memberikan dorongan di hari terakhir perdagangan pekan lalu. Indikator teknikal yang telah sangat jenuh dengan tertembusnya BB support dan RSI yan di bawah level 30, memberi indikasi kuat posisi oversold. Dampak dari hal tersebut, harga kakao pun kembali bergerak menguat meskipun belum dapat menutup pengurangan di 3 hari perdagangan pekan lalu.
Pada penutupan perdagangan pekan lalu di ICE Futures US, harga kakao terpantau ditutup melemah secara agregat sepekan. Harga kakao di bursa ICE Futures US ditutup turun 1,58% ke tingkat harga $3.053/ton atau melemah $49/ton.
Harga kakao berpotensi untuk bergerak menguat pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi beli pasca trend bearish kuat harga kakao dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun demikian, sentimen sisi supply dan kuatnya nilai Dollar AS berpotensi menjadi penghambat gerakan menguat. Sementara terkait pergerakan harga kakao, range normal diprediksi akan berada di kisaran $3.000-$3.100 per ton.
Komentar