KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

SAHAM NAIK DRASTIS, SIAPA YANG MENGGORENGNYA?

Share this history on :

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Naik turun harga saham merupakan hal yang wajar. Biasanya pergerakan harga saham didasari sentimen yang berasal dari banyak sisi, mulai dari fundamental kinerja perusahaannya, kondisi industri usahanya, hingga faktor kondisi makro perekonomian.

Namun tidak bisa dipungkiri ada pula saham-saham yang bergerak naik atau turun secara drastis tanpa sentimen yang jelas. Nah saham-saham itu biasanya disebut saham gorengan. Namun para pelaku pasar yang tahu akan hal itu biasa malu-malu untuk mengungkapkan. Itulah mengapa aksi goreng saham sulit untuk dibuktikan.

detikFinance telah mewawancarai salah satu investor ritel yang namanya sudah tidak asing di dunia pasar modal yakni Hasan Zein Mahmud. Pria yang pernah menjadi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan menjadi pejabat di Bapepam kini mengisi waktu luangnya dengan menjadi investor.

Zein secara tegas mengatakan bahwa memang ada aksi goreng saham di pasar modal. Biasanya saham-saham yang digoreng merupakan saham-saham yang tidak likuid dan size-nya kecil. Sebab dengan begitu mudah bagi bandar untuk memainkan sahamnya.

"Saham yang tidak likuid itu gampang digoreng dan dimainkan. Kalau saham-yang besar-besar itu secara individual enggak ada yang bisa mainkan harga, karena ada jutaan orang yang pegang sahamnya. Ibarat lautan luas kita ubah jadi manis kan enggak bisa. Coba kalau 1 gelas saja bisa," tuturnya.

Zein menjelaskan, biasanya ciri-ciri saham yang bisa digoreng kepemilikan sahamnya tidak tersebar dan banyak dikuasai oleh individu. Dengan begitu sang bandar bisa memanipulasi perdagangan.

Saham yang sedang digoreng juga biasanya mengejutkan karena bergerak secara tiba-tiba. Lalu karena tidak ada sentimen atau aksi korporasi yang dilakukan dari emitennya, biasanya sang bandar menyebar isu-isu yang masih abu-abu.
"Dari biasanya tidak bergerak, tau-tahu jam 10 ada transaksi, lalu jam 11 ada transaksi lagi. Investor akhirnya terpancing, oh ini akan naik," imbuhnya.

Nah sang bandar akan terus melancarkan aksi transaksi buatan hingga banyak investor ritel yang terpancing masuk. Ketika sudah mencapai level yang diinginkan sang bandar melepas sahamnya. Di situlah banyak investor ritel yang menjadi korban karena sahamnya nyangkut.

"Jadi korbannya, ya investor ritel. Makanya walaupun saya sekarang jadi investor aktif trading saya selalu hindari saham-saham itu, walaupun pergerakannya bagus," tukasnya.

Belakangan ini banyak saham yang bergerak cukup mengejutkan. Ada saham-saham yang bergerak menguat ataupun melemah secara drastis dalam waktu yang singkat.

Seperti misalnya saham PT Mina Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang terkena suspensi pada 1 Agustus 2017 kemarin. Saham PADI pada perdagangan 20 Juli 2017 tercatat turun 2,86% ke level Rp 340. 

Namun keesokan harinya saham PADI terus melejit. Saat disuspensi saham PADI berada di level Rp 985. Itu artinya saham ini sudah meningkat 189,7%.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun meminta pihak manajemen PADI untuk menggelar paparan publik isidentil. Mereka diminta menjelaskan adakah aksi korporasi yang tengah dilakukan perseroan dan kondisi fundamental keuangan perusahaan. 

Isu yang beredar perusahaan tersebut akan mengakuisisi, hal itu mampu menjadi sentimen penggerak sahamnya. Namun dalam paparan publik isidentil yang digelar pada Rabu 2 Agustus 2017 kemarin, pihak manajemen membantahnya, bahwa tidak ada kesepakatan akuisisi dengan Bank Muamalat.

Dalam dunia perdagangan saham, ada istilah saham gorengan. Yaitu 'menggoreng' harga sahamnya supaya naik tinggi dan setelah itu dilepas di harga tertinggi. 

Selain saham Minna Padi, banyak juga saham lain yang sudah pernah mengalami kejadian serupa, yaitu naik tiba-tiba tanpa ada kabar yang jelas. Biasanya, penguatannya didorong oleh rumor-rumor yang beredar di pasar.

Contoh lain yang sempat bikin heboh soal goreng menggoreng saham adalah kasus saham PT Sekawan Inti Prima Tbk (SIAP) tahun lalu. 

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.