KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

MASALAH BERAT BADAN MASIH MENJADI HAL MENGERIKAN BAGI WANITA

Share this history on :

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO - SEMARANG, Aroma merupakan salah satu faktor kenikmatan makanan. Tapi, mencium wangi bau makanan dapat merangsang nafsu makan dan memicu kenaikan berat badan. 

Semua orang mengakui bahwa aroma sedap makanan akan membuat orang ingin makan. Seperti aroma harum mentega, roti yang sedang dipanggang atau bawang putih tumis. Karena itu penjual makarna juga memakai aroma makanan untuk menarik selera makan. Meski rasanya tak terlalu enak orang cengderung melahapnya. 


Wah, Mencium Wangi Makanan Saja Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan!Foto: iStock

Dilaporkan oleh newatlas.com (5/7/) sebuah penelitian dilakukan di University of California, Berkeley, yang dipimpin oleh Prof. Andrew Dillin dan Celine Riera. Penelitian ini menggunakan terapi gen yang menghilangkan indera penciuman pada tikus dewasa. 

Tikus tersebut akan kehilangan indera penciumannya selama tiga minggu. Selama tiga minggu, dua kelompok tikus berbeda diberi diet tinggi lemak. Meskipun keduanya makan dengan jumlah makanan yang sama, tikus yang kehilangan indera penciumannya mengalami kenaikan bobot 10%, sedangkan tikus yang lain bobotnya naik 100%. 

Selain itu peneliti mendapati tikus yang sudah gemuk dan daya penciumannya dihilangkan, berat badannya akan menjadi normal. Meskipun yang berkurang hanya kadar lemak, bukan otot atau massa tulang. Tikus yang mengalami gangguan glukosa menjadi normal kembali saat berat badannya berkurang. 

Wah, Mencium Wangi Makanan Saja Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan!Foto: ImpossibleFoods

Meskipun para ilmuwan masih mencoba memahami apa yang terjadi terjadi, mereka percaya bahwa hal itu akan terjadi pada hewan lain dan juga manusia. Karena manusia lebih sensitif terhadap bau saat mereka lapar.

'Sistem sensorik berperan pada proses metabolisme tubuh. Berat badan tidak hanya dari kalori yang dikonsumsi, tetapi juga terkait dengan bagaimana makanan itu dirasakan', kata Dillin.

Menghilangkan indera penciuman tikus tentu saja berbahaya. Hal tersebut dapat membuat kadar noradrenalin pada tikus meningkat dalam jumlah besar yang menimbulkan hormon stres. Pada manusia dapat menyebabkan serangan jantung. 

Ketika menurunkan berat badan, Anda harus tetap memerhatikan diet yang tepat. Sebab, salah-salah bisa membuat bukannya lemak yang hilang namun komponen penting lainnya seperti massa otot, massa tulang maupun kandungan air dalam tubuh.

Ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, MKes, menyebutkan bahwa pola makan tepat benar adanya bisa memangkas lemak berlebih tubuh.Dalam acara Gramedia Back to School di Neo Soho, Jakarta.

Hal terpenting yang harus dilakukan pertama kalinya adalah dengan mulai menghitung porsi makan dengan ukuran tangan. Contohnya, seperti untuk mengukur seberapa banyak karbohidrat yang dibutuhkan. Karbohidrat sendiri menurut wanita yang akrab disapa Rita ini, idealnya dikonsumsi dengan ukuran segenggam tangan kanan untuk setiap kali makan.

Sedangkan untuk buah, Rita menuturkan juga tidak perlu dikonsumsi dengan porsi yang banyak. "Buah juga karbohidrat sederhana, karena itu makan buah cukup sebulatan (segenggaman) tangan kiri saja," ujarnya.

Untuk lauk, Rita menegaskan agar mengambilnya dengan panduan seukuran telapak tangan. "Lauk ini bisa dari hewan atau nabati, bisa bagi separuh ini ayam, separuh tempe," tambahnya.

Sayuran yang kaya serat menjadi makanan yang paling banyak mendapatkan porsi dalam diet karena berperan dalam menetralkan makanan. Memakannya berpatokan dengan porsi dua genggam tangan. "Bagi yang kurang suka sayuran, siasati bumbu pada lauk agar rasanya bisa diterima, tidak ada batasan bumbu dan cara makannya juga bersamaan dengan nasi," saran Rita.


Minyak pun ditakar dengan ukuran sejari jempol. "Makanan yang digoreng itu seperempat dari jari jempol, jadi sehari cuma makanan goreng empat kali," terangnya.

Selain porsi pada piring, Rita juga menganjurkan beberapa hal lainnya seperti di antaranya untuk mengunyah makanan dengan pelan agar terciptanya hormon leptin yang berperan dalam mengatur asupan makanan. "Vitamin C juga harus selalu ada, radikal bebas bisa netral dengan vitamin C," tutupnya.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.