KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Pengguna Beberapa SosMed Menurun Dari Kalangan Muda

Share this history on :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo - Semarang, Di tengah kemunculan jejaring-jejaring sosial seperti Instagram dan Snapchat yang akrab dengan anak muda, muncul anggapan bahwa audience dari generasi milenial sudah mulai meninggalkan Facebook.

Benarkah demikian? Ternyata belum tentu juga. Setidaknya untuk anak muda di Amerika Serikat, seperti ditunjukkan oleh sebuah penelitian terbaru dari firma riset ComScore.

Riset tren internet yang dilakukan ComScore pada Desember 2015 ini antara lain mengukur persentase penggunaan internet di kalangan muda berusia 18-34 tahun ke jejaring-jejaring sosial utama tiap bulannya. 

Waktu yang mereka habiskan dalam memakai masing-masing jejaring sosial itu pun diukur.

Hasilnya cukup mengejutkan. Facebook yang banyak dikira sudah ditinggal anak muda ternyata justru muncul di urutan teratas. Bukan cuma paling sering dikunjungi, jejaring pimpinan Zuckerberg itu pun paling banyak menyerap waktu generasi milenial.

Comscore
Grafik perbandingan presentase anak muda AS usia 18-34 tahun yang mengunjungi sejumlah jejaring sosial, berikut lamanya waktu yang dihabiskan di masing-masing jejaring sosial, per Desember 2015, menurut penelitian Comscore


Waktu yang dihabiskan para anak muda AS di Facebook 2,5 kali lebih lama dibandingkan durasi pemakaian “pesaing” terdekatnya, Snapchat, yang duduk di urutan kedua dalam hal ini. Adapun Instagram yang juga dimiliki oleh Facebook duduk di urutan ketiga,

Temuan ini seolah mematahkan anggapan bahwa Facebook sekarang identik dengan orang tua. Masih banyak pengguna muda di sana. Tak mengherankan pula raksasa biru tersebut punya nilai kapitalisasi pasar sebesar 340 miliar dollar AS.

Tapi Facebook harus berhati-hari karena jejaring sosial lain seperti Snapchat, Vine, Tumblr, bahkan Instagram makin condong menyasar kaum muda. Mungkin Facebook ingin kembali mencaplok jejaring sosial lain seperti yang dilakukannya pada Instagram?

 Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan keamanan cyberKaspersky Lab di 12 negara menunjukkan empat alasan mengapa orang meninggalkan jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Alasan terbesarnya adalah, jejaring sosial dianggap hanya membuang-buang waktu. 

Dalam blog resminya, Kaspersky Lab melakukan survei online pada 4.831 responden. Pertanyaan diterjemahkan ke dalam sembilan bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, Portugis, Perancis, Italia, Jerman, Rusia, Jepang, dan Turki, serta diprogram menggunakan Poll Daddy.

Tautan survei disebarkan menggunakan promosi berbayar di Facebook dan Twitter, dan berikut adalah empat alasan besar mengapa orang ingin meninggalkan jejaring sosial menurut survei tersebut.

Pertama, sebanyak 39 persen responden percaya bahwa mereka membuang-buang waktu di jejaring sosial. Bahkan, hampir 78 persen menyatakan bahwa mereka sudah mempertimbangkan untuk meninggalkan jejaring sosial. 

Kedua, 30 persen respondel menyatakan mereka tidak mau aktivitasnya dimonitor oleh raksasa perusahaan teknologi. Seperti diketahui, sebagian data-data penting kita serahkan kepada jejaring sosial, seperti e-mail, nomor telepon, dan sebagainya.

Ketiga, lima persen responden mengatakan ingin meninggalkan jejaring sosial karena akun mereka telah diretas.

Keempat dan yang terakhir, empat persen responden ingin meninggalkan jejaring sosial karena capek dengan "pembenci" atau haters yang selalu merundung (mem-bully)-nya.

Hasil penelitian lebih komplit bisa dilihat di blog resmi Kaspersky di tautan berikut ini

Kecenderungan untuk tinggal

Meskipun ada kecenderungan untuk meninggalkan jejaring sosial, namun individu merasa ada keterpaksaan untuk tetap tinggal. Seseorang tetap bertahan menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram dikarenakan rasa takut kehilangan memori digital dan kontak dengan teman-temannya.

Sebagian besar (62 persen) percaya bahwa mereka akan kehilangan kontak dengan teman-temannya jika meninggalkan jejaring sosial. Sebanyak 21 persen responden tidak merasa khawatir dengan teman-teman mereka, tetapi takut tidak dapat mengembalikan kenangan digital seperti foto dan video yang telah diunggah di jejaring sosial jika meninggalkannya.

Untuk itu, Kaspersky Lab membuat aplikasi yang disebut FFForget yang bisa digunakan untuk mem-backup semua kenangan foto atau video dari jejaring sosial. 

Aplikasi akan menjaganya dalam wadah yang aman serta sudah dienkripsi dan diharapkan dapat memberikan kebebasan bagi seseorang untuk meninggalkan jejaring sosial kapan pun mereka inginkan, tanpa merasa kehilangan.

"Dengan FFForget, kami berusaha menciptakan solusi sehingga individu tidak perlu takut kehilangan memori karena akun yang diretas," tutur Evgeny Chereshnev, Head of Social Media Kaspersky Lab..

FFForget rencananya akan diluncurkan pada tahun 2017. Pengguna yang berminat dapat mendaftar di ffforget.kaspersky.com.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.