KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Waspada Metode Baru ISIS Rekrut Anggota Pakai Foto Kucing

Share this history on :


Rifan Financindo Berjangka Semarang - Kekalahan demi kekalahan yang melanda kelompok teroris ISIS, membuat mereka harus merekrut anggota baru secepatnya. Mereka pun melakukan berbagai cara untuk mencari anggota sebanyak-banyaknya. 
Salah satu langkah dalam perekrutan ISIS, seperti menggunakan bocah untuk menggantikan anggota dewasa mereka yang hengkang.
Seakan kehabisan akal untuk menemukan anggota baru, kelompok teroris itu dilaporkan menggunakan kucing sebagai alat kampanye perekrutan mereka.

Asisten Jaksa Agung AS, John Carlin, mengatakan para teroris di Irak dan sekitarnya menyadari penggunaan anak kucing dalam gambar mereka 'menjual'.Menurut keterangan Jaksa Agung Tindak Terorisme AS yang dikutip dariTelegraph.co.uk, Kamis (26/5/2016),ISIS menggunakan penggila kucing internet untuk memikat calon teroris dan menyebarkan pesan-pesan kebencian secara online.

Seakan ingin memperlihatkan sisi 'lembut' mereka, para teroris itu bahkan juga menggunakan selai coklat lezat Nutella dalam foto mereka, serta membagikan permen kepada anak-anak.

Foto-foto tersebut seakan ingin menceritakan kepada dunia dan calon anggota mereka, bahwa ISIS adalah kelompok cinta damai -- di bawah naungan rezim barbar dan kejam.
"Kami bekerja sama dengan Hollywood dalam memerangi video propaganda licik ISIS yang menyesatkan," kata Carlin.
Para ahli dunia perfilman seperti Madison Avenue dan Silicon Valley, bekerjasama untuk memerangi video propaganda itu dengan menyediakan pandangan lain.
"Video perekrutan mereka bahkan menunjukkan kelompok teroris itu membagikan permen kepada anak kecil, dan itu hanyalah cara mereka membentuk citra 'malaikat' di mata publik," kata asisten Jaksa Agung itu.
Carlin juga mengatakan, mereka sengaja menggunakan kucing sebagai ikon perekrutan, karena mengetahui popularitas kucing di dunia maya cukup 'menjual'.

Selain itu, Carlin juga merasa khawatir karena melihat fokus ISIS kini sudah mulai berubah. Kelompok teroris itu menargetkan anak-anak muda yang suka berdiam diri di dalam kamar sambil membuka internet -- cemas video itu bisa membuat generasi muda memulai penyerangan di negara mereka.
"Kami mempunyai kewajiban untuk mencegah para pemuda untuk melakukan kekerasan, dan kita butuh cara yang lebih pintar untuk mencegah tindakan radikal. Mereka menargetkan negara-negara yang tidak memerlukan paspor untuk berpergian," kata Carlin.
Dia mengatakan PBB dan Hollywood bekerjasama menemukan cara baru untuk menghentikan penambahan anggota muda teroris -- pemuda-pemuda tersebut biasanya diminta melakukan aksi bom bunuh diri. 

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.