KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Kenali, Gejala-gejala Hipotiroid dan Hipertiroid

Share this history on :


Rifan Financindo Berjangka Semarang - Benjolan di leher dan gejala seperti demam dan mudah sakit umumnya adalah indikator seseorang mengidap gangguan tiroid. Meskipun, ada pula gejala lain yang mudah terlihat pada orang-orang dengan gangguan tiroid.

Dijelaskan dr Imam Subekti, SpPD, KEMD dari divisi metabolik endokrin RS Cipto Mangunkusumo, gejala dini yang paling sering dialami orang dengan gangguan tiroid yakni terdapat benjolan. Munculnya benjolan ini dikatakan dr Imam bisa jadi pertanda hipertiroid, hipotiroid, sampai kanker. Sedangkan, gejala kelebihan hormon tiroid atau hipertiroid misalnya, yakni jantung yang berdebar-debar.

"Gejala lain dari hipertiroid di antaranya badan terasa panas dan berat badan turun padahal makannya banyak. Yang lain, buang air besar menjadi lebih sering, karena gerak peristaltik meningkat. Secara emosi penyandang hipertiroidisme ini cepat tersinggung. Hal yang menurut orang lain tidak mengganggu, bagi orang dengan hipertiroid bisa mengganggu," ungkap dr Imam.

Hal itu disampaikan dr Imam di sela-sela konferensi pers 'Waspada Gangguan Tiroid', di Grand Cempaka Hotel, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Lebih lanjut, dr Imam mengatakan sebaliknya, pada orang dengan hipotiroid bisa muncul reaksi kognitif yang melambat, berat badan bertambah, serta bengkak pada bagian bibir, wajah, dan bagian lainnya. 

"Orang yang hipertiroid juga akan susah buang air besar. Maka dari itu segera berobat. Kadang tidak ada benjolan tapi sudah mengeluhkan, hal- hal yang seperti itu merupakan warning dari tubuh. Jangan jangan ada gangguan tiroid," ujar dr Imam.

Selain itu, gangguan tiroid bisa juga muncul tanpa gejala. Bahkan, gangguan tiroid yang tanpa gejala dan cenderung diabaikan bisa berpotensi menjadi kanker. dr Imam mengatakan, pada dasarnya gangguan tiroid jenisnya macam-macam. Mulai dari yang tidak bergejala sampai menunjukkan gejala ekstrem. Misalnya, berupa timbulnya benjolan di leher, atau bahkan tidak ada benjolan sama sekali.

"Ada juga yang tidak bergejala dan hanya timbul benjolan, ini mungkin ada risiko kanker tiroid sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Namun, jika benjolan kanker sudah membesar biasanya tetap akan membuat gangguan mekanik pada sekitar daerah kelenjar tiroid," tutur dr Imam.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.