KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Harga Emas Mendatar Dibayangi Kenaikan Suku Bunga AS

Share this history on :
Ilustrasi Harga Emas Naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Rifan Financindo Berjangka - Harga emas bergerak mendatar seiring jatuhnya harga minyak yang didorong pelemahan dolar AS dan pasar saham karena investor terlihat mengambil langkah antisipasi dengan lebih berhati-hati menjelang keputusan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (the Fed) pada minggu depan.
Melansir laman Reuters, Kamis (10/12/2015) harga emas di pasar Spot sempat naik 1 persen ke posisi US$ 1.085,20 per ounce, tetapi kemudian stabil di US$ 1.074,31 per ounce.
Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik US$ 1,20 pada posisi US$ 1.076,50 per ounce.
Bank Sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade pada pertemuan yang akan digelar pada 15-16 Desember.
Sementara harga minyak turun karena pasar mengabaikan penarikan tak terduga stok minyak mentah AS untuk fokus pada produk distilate termasuk diesel, yang dua kali lebih besar dari harapan.
Pelemahan harga minyak bisa memicu kekhawatiran deflasi, faktor bearish untuk emas, yang sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dipimpin minyak.
"Kondisi negatif untuk emas akan terjadi beberapa waktu dan terus berlangsung," kata James Steel, Kepala Analis Logam HSBC Securities di New York.

Dia menambahkan dengan gerak perdagangan yang tipis dan ekspektasi tentang kenaikan suku bunga AS akan terus menutupi harga emas.
"Saya tidak berpikir kenaikan suku bunga akan menjadi kejutan, tetapi akan tergantung pada bahasa the Fed, dan kami bahkan mungkin melihat beberapa dukungan jika terlihat siklus kenaikan akan lebih lambat dari harapan orang-orang," kata Analis Natixis, Bernard Dahdah.
Adapun dolar turun tajam karena investor membersihkan posisi panjang greenback terhadap yen, poundsterling dan euro saat perdagangan, di mana masing-masing mata uang ini naik lebih dari 1 persen.
"Kami mengharapkan tekanan lanjutan untuk emas tahun depan, tergantung pada apakah pasar dipengaruhi kenaikan suku bunga atau tidak, karena dolar akan cukup meningkat," kata Ahli Strategi Citi, David Wilson.
Investor telah meningkatkan taruhan bahwa harga emas akan segera turun ke posisi US$ 1.000 per ons.(Nrm/Ndw)
 

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.