KAMIS , 30 Juli 14 : XUL10 / F : | OPEN : 1,299.10 | HIGH : 1,303.70 | LOW : 1,291.60 | CLOSE : 1,295.95 |

Air Garam Bisa Digunakan untuk Ngecas Baterai Ponsel

Share this history on :
Lampu yang bernama Sustainable Alternative Lightning ini berbahan dasar air garam dan dapat mengecas ponsel Anda secara praktis
Rifan Financindo Berjangka - Dua orang asal Filipina berhasil menemukan terobosan terbaru dalam mengatasi proses pengisian baterai ponsel secara praktis, namun kali ini metode tersebut tidak ditemukan dengan cara menggunakan aplikasi atau dengan powerbank. Mereka hanya menggunakan cara yang sangat sederhana, yakni dengan memanfaatkan air garam.

Adalah Raphael dan Aisa Mijeno, dua bersaudara asal Filipina yang berhasil membuat konsep untuk sebuah proyek teknologi yang mereka sedang usung.

Konsep tersebut dibuat ketika mereka berpikir apakah ada cara paling praktis dan hemat energi ketika hendak mengisi daya baterai ponsel, ternyata memang ada jawabannya.

Awalnya, mereka memanfaatkan kegunaan air garam dengan sebuah lampu yang dapat menyala dengan tenaga segelas air dan dua sendok teh garam. Lalu, pengisian baterai ponsel pun dilakukan dengan menggunakan lampu berbahan bakar air garam tersebut, namun dengan takaran garam dan air yang cukup dan sesuai.

"Awalnya, kami terinspirasi masyarakat Filipina yang rupanya masih banyak tidak memiliki akses listrik dan harus menggunakan bahan bakar minyak tanah untuk bisa menerangi rumahnya pada saat malam hari," ujar Raphael.

"Di Filipina, keluarga dengan pendapatan rendah pasti akan mengalami kekurangan terhadap bahan pangan dan bahan bakar, oleh karena itu hadirnya lampu ini setidaknya dapat membantu mereka," tambah Aisa.

Namun demikian, mereka masih mencoba mencari cara untuk membuat lampu yang ditenagai air garam untuk dapat bekerja dalam kurun waktu efisien, yakni selama delapan jam.

"Pengisian baterai dengan menggunakan lampu ini pasti akan membutuhkan lebih banyak air dan garam. Namun, kami menemukan cara dimana penggunanya bisa menggantik elektroda logam yang dapat diganti dua kali setahun," tutur Raphael.

Dua bersaudara ini mengungkap bahwa lampu berbahan air garam ini akan dijual ke pasaran dengan harga yang sangat terjangkau. Lampu charging tersebut akan diberi nama Sustainable Alternative Lightning, mereka juga telah bekerjasama dengan beberapa startup wilayah Asia Timur dan organisasi USAID untuk memasarkan perangkat ini untuk ke depannya.

(jek/dew)

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Chart

DISCLAIMER
Semua dapat mengakses seluruh konten di Blog ini hanya untuk Edukasi dan Informasi semata. Jika anda merasa Blog ini bermanfaat, silahkan komentar. Semua Informasi yang terdapat dalam Blog kami ini, diusahakan menyajikan berita-berita terbaik dari berbagai sumber baik Nasional maupun Internasional, namun kami tidak menjamin keakuratannya. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian tidak langsung yang dialami pembaca akibat menggunakan informasi dari Blog ini. Kami berhak menyunting dan mengatur isi dari pembaca agar tidak merugikan orang lain karena Blog ini mengutamakan kedewasaan dalam beropini/berpendapat tanpa mewakili kelompok atau golongan apapun.
Copyright © 2013 PT. Rifan Financindo Berjangka Semarang.